

Pangalengan – Ketua Yayasan Pranata Giri Raharja, Eyang Memet, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar kawasan kebun teh Pangalengan sebagai upaya perlindungan lingkungan jangka panjang. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan penghijauan dan reboisasi yang digelar di wilayah tersebut.
Eyang Memet menegaskan bahwa keberadaan hutan koloni di sekitar kebun teh sangat penting untuk mencegah munculnya hama yang dapat merusak tanaman. Menurutnya, ekosistem yang seimbang akan membantu menjaga produktivitas kebun sekaligus melindungi lingkungan alam di sekitarnya.
“Di sekitar kebun teh, kita harus memiliki hutan koloninya untuk mencegah hama. Kita juga perlu mengembangkan konsep ‘jalur hijau’ untuk mengurangi risiko run-off seperti banjir dan longsor,” ungkap Eyang Memet.
Ia menjelaskan bahwa jalur hijau berfungsi sebagai penyangga alami yang mampu menahan aliran air hujan berlebih serta menjaga kestabilan tanah. Upaya ini dinilai sangat penting mengingat kondisi geografis Pangalengan yang berbukit dan rawan bencana alam.
Selain itu, Eyang Memet juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai jenis tanaman yang sesuai untuk ditanam di sekitar mata air dan sepanjang sepadan sungai. Pemilihan tanaman yang tepat diyakini dapat menjaga kelestarian sumber air dan mencegah kerusakan lingkungan.
“Kita harus sadar bahwa tanaman yang tumbuh di sekitar sumber mata air harus sesuai dengan ekosistem agar tidak merusak lingkungan,” katanya. Ia juga mengusulkan agar tanaman-tanaman khas Sunda dapat ditanam sebagai bagian dari upaya pelestarian alam sekaligus menjaga nilai budaya lokal.
Kegiatan reboisasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup di kawasan Pangalengan. Program tersebut diarahkan untuk memulihkan keseimbangan alam yang terdampak oleh aktivitas manusia dan perubahan iklim.
Melalui program penghijauan ini, diharapkan terjalin kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan ekosistem yang berkelanjutan di wilayah Pangalengan.
( Sam /Sodikin )






