Search for:
Tidak Terima Namanya Dimasukan Ke Dapodik PKBM Harapan, AR Akan Melaporkan PKBM Harapan ke Pihak Berwajib

Tidak Terima Namanya Dimasukan Ke Dapodik PKBM Harapan, AR Akan Melaporkan PKBM Harapan ke Pihak Berwajib

Sinarpos.com

Sukabumi-Adanya dugaan bahwa warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di desa Cidahu kecamatan Cidahu kabupaten sukabumi Jawa barat, diduga tidak profesional dalam perekrutan peserta didiknya

Pasalnya,salah satu warga dari kecamatan cibadak merasa dirugikan atas namanya di masukan (dicatut) ke daftar pokok pendidikan (dapodik) oleh PKBM Harapan, sehingga dirinya tidak bisa masuk di lembaga pendidikan lainya.

“Saya selama ini tidak pernah mendaftar menjadi siswa PKBM harapan, dan apalagi memberikan data pribadi (KTP).Ko aneh ya data saya tercantum sebagai siswa PKBM harapan, berarti kalau begitu ada oknum yang menggunakan data diri saya pak” Jelasnya ketika di konfirmasi awak media

Selain data saya dicantumkan, saya juga tidak bisa mendaftar di lembaga lain (PKBM) karena data saya sudah terpakai.saya merasa telah dirugikan dengan adanya pencatutan nama saya tersebut dan akan menempuh jalur hukum.Sambungnya AR,

Ditempat terpisah awak media mencoba konfirmasi ke pihak pengelola PKBM harapan, guna mempertanyakan soal adanya dugaan data tersebut

“Kami pihak PKBM dalam hal ini akan mengkroscek ke pihak operator nya nanti,untuk sementara ini kami mengakui kesalahan dan kelalaian dari kami sebagai pengelola”.Jelasnya Jamilah pemilik PKBM pada hari sabtu 22/06/2024

PKBM harapan diduga kurangnya profesional, sehingga menjadikan kerugian terhadap orang lain yang diduga datanya di pakai.

Pihak PKBM jelas sudah melanggar ketentuan undang undang KUHP UU 1/2023 Pasal 378,
Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

kepada pihak dinas pendidikan kabupaten sukabumi, polres kabupaten sukabumi dan kejaksaan negri kabupaten sukabumi agar segera menindaknya dengan tegas sesuai aturan yang berlaku.

(Hilman)

Tuliskan Komentar Anda Tentang Informasi Ini