
Ciamis ,- Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kegawatdaruratan kepada masyarakat. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Operator Call Center 112 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan PT Digital Sandi Informasi (DSI), di Ruang Rapat Diskominfo Ciamis, Rabu ( 14/1/26 ) .
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kompetensi sumber daya manusia yang bertugas sebagai call taker, mengingat peran strategis layanan 112 sebagai pintu pertama penanganan laporan darurat masyarakat .

Kepala Diskominfo Kabupaten Ciamis, Enda Hidayat, menegaskan bahwa layanan 112 merupakan wajah pelayanan pemerintah daerah yang langsung dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, kualitas respons, ketepatan penanganan, serta sikap humanis petugas harus terus dijaga dan ditingkatkan.
Menurutnya, tantangan layanan ke depan semakin kompleks, termasuk masih maraknya panggilan tidak valid atau prank call. Namun hal tersebut tidak menyurutkan komitmen Diskominfo untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan mutu layanan.
Layanan 112 ini adalah marwah pemerintah daerah. Meski tantangannya besar, kita harus tetap hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Enda.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil evaluasi kinerja layanan sepanjang tahun 2025 menjadi pijakan penting untuk perbaikan di tahun 2026. Enda berharap pengelolaan layanan 112 di Ciamis ke depan dapat menjadi contoh praktik baik dalam penanganan kegawatdaruratan yang cepat, tepat, dan berempati.

Sementara itu, Direktur Business Development PT Digital Sandi Informasi, Erik Pribadi, memberikan apresiasi atas kinerja layanan 112 Kabupaten Ciamis. Ia menilai operasional layanan tersebut tergolong sangat baik jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
Secara operasional, Ciamis sudah berjalan sangat bagus. Ke depan, kami akan terus mendukung peningkatan fasilitas dan sistem agar manfaat layanan 112 semakin optimal dirasakan masyarakat,” ungkap Erik.
Ia menambahkan, program peningkatan kapasitas ini akan berlanjut sepanjang tahun 2026 dengan total empat sesi pelatihan, terdiri dari satu pertemuan luring dan tiga pertemuan daring. Materi yang diberikan mencakup penguatan soft skill, pengelolaan emosi, hingga penyegaran teknis penggunaan aplikasi layanan 112.
Dukungan serupa juga disampaikan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Ciamis, Herry Somantri. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal penting bagi para operator dalam menghadapi berbagai karakter penelepon, khususnya dalam situasi darurat yang membutuhkan kesabaran dan ketenangan.
Bimtek ini menjadi penguat mental dan kapasitas rekan-rekan call taker yang setiap hari berada di garis depan pelayanan publik,” ujar Herry.
Sebagai informasi, Call Center 112 merupakan layanan panggilan darurat bebas pulsa yang beroperasi 24 jam untuk menangani berbagai kejadian, mulai dari kebakaran, kecelakaan, bencana alam, hingga gangguan keamanan, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam memberikan perlindungan dan pelayanan cepat kepada masyarakat.





