
Sinarpos.com
Pesisir Barat – Liburan semestinya menjadi kesempatan melepas penat. Saat musim libur Lebaran, wisatawan kerap menghabiskan waktunya untuk berlibur. Pantai menjadi salah destinasi wisata yang diburu para wisatawan. Namun, kabar duka tentang wisatawan tenggelam di laut atau di sungai yang dijadikan tempat objek wisata di kabupaten Pesisir Barat selalu muncul dan terus terulang saat liburan hari Raya besar seperti Tahun Baru, Hari Raya IdulFitri dan hari hari besar lainnya. Mengapa tragedi ini terus terulang..??? Selasa (24 Maret 2026).
Kabar duka misalnya datang dari Seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar bernama Ahmad, warga Dusun Atar Kelawi, Pekon Negeri Ratu Tenumbang, Kecamatan Pesisir Selatan. dilaporkan tenggelam saat mandi di aliran Sungai Way Laay, tepatnya di wilayah Pekon Laay, Kecamatan Karya Penggawa, Senin sore, 23 Maret 2026.
Insiden nahas tersebut bermula saat korban bersama sejumlah rekannya mandi di area cekdam Sungai Way Laay. Diduga derasnya arus air yang disertai gelombang di sekitar cekdam membuat korban kehilangan kendali hingga akhirnya terbawa arus dan tenggelam.
Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 18.18 WIB. Namun, saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Dalam Sehari Rentetan kasus tenggelam kembali terjadi di Pantai Mandiri Sejati Kecamatan Krui Selatan, insiden pertama terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan terseret arus saat berada di kawasan pantai Mandiri Sejati, dari kejadian tersebut 2 orang berhasil diselamatkan dan 1 orang bernama Muhammad Alfareza (17) Thn warga Pekon Tanjung Sari Kec Bandar Negeri Suoh Lampung Barat masih belum ditemukan dan dalam pencarian tim gabungan.
Beberapa jam berselang, insiden kedua kembali terjadi di lokasi yang sama di Pantai Mandiri Sejati sekitar pukul 18.00 WIB. Dua orang pengunjung dilaporkan tenggelam saat berenang di area pantai dan sampai malam hari masih dalam pencarian tim gabungan. Kedua korban tersebut masing-masing bernama Muhammad Fuad Abdillah, warga Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, serta Fikran, warga Kebun Tebu, Lampung Barat.
Peristiwa pilu ini kini menyisakan tanda tanya besar dan menjadi sorotan publik terkait sejauh mana tanggung jawab pihak pengelola kawasan wisata pantai tersebut terhadap keselamatan para pengunjung dan peran dinas pariwisata kabupaten Pesisir Barat disetiap titik objek (spot) wisata yang ada di kabupaten Pesisir Barat.
Keselamatan seharusnya menjadi fondasi utama pariwisata, khususnya di destinasi berisiko tinggi seperti wisata pantai dan objek wisata lainnya, keselamatan adalah syarat moral yang tidak dapat ditawar. Kasus tenggelam nya beberapa wisatawan di kabupaten Pesisir Barat menunjukkan lemahnya pengelolaan wisata pantai yang tumbuh secara spontan karena viralitas media sosial (medsos). Keindahan alam yang dipromosikan tanpa disertai pemetaan risiko yang memadai.
Rentetan insiden wisatawan tenggelam ini menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi perioritas utama saat berlibur. Jangan sampai momentum untuk melepas penat justru berubah menjadi petaka.





