Search for:
Sidang Pledoi di PN Medan Pecah Isak Tangis, Azlansyah Menyesal Diperintah Senior di KPU dan Bawaslu

Sidang Pledoi di PN Medan Pecah Isak Tangis, Azlansyah Menyesal Diperintah Senior di KPU dan Bawaslu

Sinarpos.com

Medan – Isak tangis anggota Bawaslu Medan non-aktif, Azlansyah pecah saat pembacaan pledoinya di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Sidang lanjutan di PN Medan dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi), Kamis (16/05/2024). Sidang yang dipimpin oleh Adriansyah sebagai Ketua Majelis Hakim sedang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hadir Gomgom Simbolon.

Azlansyah mengaku sangat menyesal telah melakukan perbuatan yang berujung pada kasus hukum dan membuat anak istri dan keluarganya sedih karena dikucilkan.

“Saya menyesal, saya atas nama pribadi maupun keluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya dan dari lubuk hati yang dalam kepada seluruh masyarakat atas perbuatan yang telah saya lakukan, sehingga membuat heboh seluruh masyarakat dan membuat keluarga saya malu, sehingga terkadang menjadi dikucilkan dalam bertetangga dan berkehidupan sosial akibat dari perbuatan saya lakukan,” kata Azlansyah sambil menangis.

Bahkan kata Azlansyah, ia tidak ada niat untuk menikmati hasil pemerasan senilai Rp. 25 juta itu melainkan uang tersebut diakuinya akan diserahkan kepada seniornya yang berada di KPU dan Bawaslu kota Medan.

“Ini adalah murni keikhlafan saya sebagai manusia dan tidak ada sedikit pun niat saya untuk menikmati uang tersebut karena sesungguhnya uang itu akan saya serahkan kepada senior di KPU dan Bawaslu Kota Medan bentuk taat saya kepada mereka sebagai senior saya,” ungkapnya.

Azlansyah juga mengatakan, aksi yang membuatnya tertangkap OTT beberapa waktu lalu tersebut bukanlah untuk dinikmatinya sendiri. Hal ini dilakukannya karena perintah dari seniornya di KPU dan Bawaslu.

Diketahui pada persidangan sebelumnya, JPU menuntut Azlansyah 2 tahun dan denda Rp. 50 juta subsider 1 bulan penjara. Menurut jaksa, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dalam akhir pledoinya, Azlansyah pun meminta agar majelis hakim dapat menjatuhkan hukuman yang ringan.

(ard)

Silahkan Berikan Komentar Anda Tentang Informasi Ini