Search for:
Sekda Jabar Ajak Majelis Musyawarah Sunda Kolaborasi Atasi Masalah Jawa Barat

Sekda Jabar Ajak Majelis Musyawarah Sunda Kolaborasi Atasi Masalah Jawa Barat

Moto (suluk) MMS, Sunda Mulia Nusantara Jaya

Sekda Jabar Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si. dan Presiden Paguyuban Asep Dunia (PAD) Ir. H. Asep Ruslan di Gedung Sate Bandung, Senin 8 Juli 2024 (Foto: Suardi)

SINARPOS.COM, KOTA BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si. menghadiri Pelantikan (istrenan) Majelis Musyawarah Sunda (MMS) di Aula Barat Gedung Sate Jalan Diponegoro No.22 Kota Bandung, Senin (8/7/2024).

Simak Video Karatagan Ki Sunda Karya Prof. Ganjar Kurnia

Ratusan tokoh Sunda dari berbagai daerah di Indonesia hadir, diantaranya: Andri Perkasa Kantaprawira, S.IP, MM; Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, MA; Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA; KH. Dr. Abun Bunyamin, MA; Laksamana TNI (Purn) Dr. HRM. Ade Supandi, SE, MAP; Habib Syarief Muhammad; Prof. Dr. Ir. H. Agus Pakpahan, MS; Dr. KH. Ahmad Heryawan, Lc, M.Si; Dindin S Maolani, SH; Darmawan Hardjakusumah (Acil Bimbo); Dr. Ernawan S Koesoemaatmadja, MBA; Dra. Hj. Eni Sumarni, M.Kes; Hendi Koncara Gurnita; Rd. H. Holil Aksan Umarzein; Mayjen. TNI (Purn) H. Iwan Ridwan Sulandjana; Komjen. Pol. (Purn) Drs. Nanan Soekarna, SH; Drs. H. Nu’man Abdul Hakim; Irjen. Pol. (Purn) Taufiequrachman Ruki, SH; KH. Bazari Syam; Laksamana Pertama TNI (Purn) Eden Gunawan; Yudi Latif, Ph.D; Agung Suryamal Sutisno, SH; Ir. H. Asep Ruslan; Drs. Asep Sasa Purnama, M.Si; Asep Zaenal Mustofa, SKM, M.Epid; Ir. H. Epi Kustiawan, MP; Dr. H. Ilham Akbar Habibie, Dipl.Ing., MBA; Dr. Iwa Kuswaeri, MM; H. Avi Taufik Hidayat; Dr. Nina Kurnia Hikmawati, SE, MM; Ratu Raja Okki Jusuf Judanagara, M.Sc, MM; Rita Rosita Rusman; Sri Radya KSL PYM HRI Lukman Soemadisoeria; Radya Anom KSL YM Rd. Luky Djohari Soemawilaga; Agung Ilham Setiadi; Pepen S. Padmawilaga; Eyang Surahmat dan tokoh Sunda lainnya.

Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi, Irjen. Pol. (Purn) Taufiequrachman Ruki dan Habib Syarief Muhammad (Foto: Suardi)

Herman Suryatman mengajak Majelis Musyawarah Sunda yang baru menjalani pelantikan untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Jabar.

MMS menurut Herman, didalamnya banyak tokoh Sunda yang merupakan para pakar, mulai dari guru besar, kyai dan lainnya yang kapabilitasnya bisa sangat berkontribusi pada berbagai persoalan demi kebaikan Jawa Barat.

” Majelis Musyawarah Sunda di dalamnya lengkap, setelah pelantikan tentu yang paling utama adalah tindak lanjutnya. Kita punya pekerjaan rumah untuk menurunkan stunting, kemiskinan, pengangguran transformasi digital. Kami bukan superman yang bisa sendiri, harus dicari solusinya, sabilulungan dan tentu di dalamnya keluarga besar Majelis Musyawarah Sunda untuk membangun Jawa Barat,” kata Herman di Gedung Sate Bandung, Senin (8/7/2024).

Prof. Dr. Agus Pakpahan, Drs. Asep Sasa Purnama, M.Si dan Asep Ruslan (Foto: Suardi)

Dengan kolaborasi bersama, termasuk MMS dan pemerintah kabupaten/kota, Herman berharap berbagai persoalan di Jawa Barat bisa ditanggulangi.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang telah disepakati, ada target pada akhir 2025 Jawa Barat menjadi provinsi yang termaju di Indonesia.

“Bersama 27 kabupaten/kota, 627 kecamatan dan kurang lebih enam ribu desa, kita harus bahu membahu menyelesaikan persoalan. Tentu paling utamanya adalah membangun manusianya,” ujarnya.

Sunda Mulia Nusantara Jaya (Foto: Suardi/MMS)

Herman juga menekankan bahwa nilai-nilai kesundaan dapat menjadi semangat atau spirit dalam menghadapi berbagai persoalan di Jawa Barat.

“Jadi pemerintah yang merupakan bagian kecil, harus menjadi dinamisator, inspirator, motivator dan kolaborator atas bergeraknya semua entitas Sunda yang ada di Jabar maupun entitas lainnya dalam bingkai NKRI,” ujar Sekda Jabar.

Di tempat yang sama, Presiden Paguyuban Asep Dunia (PAD) Ir. H. Asep Ruslan yang merupakan anggota Badan Pekerja Majelis Musyawarah Sunda mengatakan, bahwa MMS terdiri dari 3 elemen, Dewan Pinisepuh, Dewan Pakar dan Badan Pekerja.

“Majelis Musyawarah Sunda sesuai keputusan rapat-rapat kelompok kerja terdiri dari 3 elemen, hal ini sesuai format struktur sosial lama yang tercantum dalam Carita Parahyangan dan Siksa Kandang Karesian yang ditafsir kekininan yaitu Dewan Pinisepuh (KaRamaan) sebagai Pancer (Gunung Pananggeuhan), Dewan Pakar (KaResian) dan Badan Pekerja (KaRatuan) yang terdiri dari para aktivis Kasundaan,” ungkap Asep.

Simak Lagu Sajadah Panjang di Acara Deklarasi MMS

Pembentukan Majelis Musyawarah Sunda adalah kelanjutan dari Badan Musyawarah Sunda. Lembaga ini banyak mempersatukan organisasi dan tokoh-tokoh Sunda untuk memajukan provinsi Jawa Barat kedepan.

“Konstruksi kelembagaan MMS bukanlah sebuah organisasi formal yang terstruktur, tetapi hanyalah wadah pertemuan-pertemuan permusyawaratan untuk menyatukan pemikiran, langkah dan upaya-upaya dalam rangka memecahkan dan memperjuangkan masalah mendasar dan strategis urang sunda di berbagai bidang. Yang hasilnya akan disampaikan kepada pemerintah dan kepada seluruh urang sunda, untuk kemajuan Tatar Sunda dan Indonesia kini dan di masa depan,” ujarnya.

Pepen S. Padmawilaga, Sri Radya KSL PYM HRI Lukman Soemadisoeria, Radya Anom KSL YM Rd. Luky Djohari Soemawilaga, Asep Ruslan dan Asep Zaenal Mustofa (Foto: Suardi)

MMS sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia, bersifat terbuka dan inklusif, bukan merupakan afiliasi dari kekuatan sosial politik manapun.

“Majelis Musyawarah Sunda adalah sebuah kontruksi sosial Sunda masa depan sebagai wadah musyawarah urang Sunda dalam kerangka kesundaan, kebangsaan dan kenegaraan yang tetap pada komitmen Proklamasi 17 Agustus 1945, Pancasila, Pembukaan UUD 1945 dan NKRI,” pungkas Asep.

Kontributor: Suardi

Tuliskan Komentar Anda Tentang Informasi Ini