Search for:
Rupiah Melemah Rakyat Makin Susah

Rupiah Melemah Rakyat Makin Susah

Sinarpos.com

Sinarpos.com – Tampaknya makin hari rakyat makin jauh dari kata sejahtera. Apalagi setelah nilai tukar rupiah menembus Rp 16.200 per dollar AS. Seperti yang dikatakan oleh Ekonom Center of Reform on Economic, Yusuf Rendy Manilet, harga barang impor akan meningkat jika pelemahan nilai tukar rupiah terjadi dalam kurun waktu yang panjang.

Sementara sebagian industri di Indonesia bergantung pada bahan baku impor. Hal ini berpotensi naiknya biaya produksi yang disebabkan mahalnya biaya bahan baku.

Ada banyak faktor yang menyebabkan pelemahan nilai rupiah. Salah satunya yaitu ketergantungan pada dollar sebagai mata uang dunia. Bagaimana tidak, saat ini dunia secara keseluruhan dibawah imperialisme Amerika Serikat. Dengan begitu AS mudah mengatur nilai mata uang negara negara yang dibawah genggamannya.

Namun sejatinya kekuatan AS pada saat ini hanyalah kekuatan yang bersifat semu yang hanya didasarkan pada perjanjian, yakni perjanjian Bretton Woods pada tahun 1944. Negara negara maju bertemu di Bretton Woods, New Hampshire untuk mematok nilai tukar mereka kepada dollar AS. Karena AS adalah negara yang memegang cadangan emas terbesar pada saat itu.

Sampai saat ini dollar AS masih memegang mata uang di dunia. Dengan melemahnya nilai rupiah terhadap dollar AS tentu akan berdampak pada kondisi ekonomi rakyat dalam berbagai aspek. Seperti harga minyak melonjak, kenaikan inflasi yang juga menyebabkan penurunan daya beli masyarakat, serta kenaikan harga barang impor dan pangan.

Dengan kondisi seperti itu bagaimana mungkin rakyat akan sejahtera. Dalam kondisi normal saja masih banyak rakyat yang kelaparan, apalagi jika harga pangan yang menjadi kebutuhan primer rakyat semakin naik, tentunya akan membuat rakyat semakin sulit. Begitulah jika aspek kehidupan kita diatur dengan sistem kapitalisme.

Berbeda dengan sistem Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan berdasarkan aturan Allah. Dalam Islam, sistem mata uangnya berbasis emas dan perak. Islam menggunakan dinar dan dirham dalam bermuamalah.

Pengenaan diyat atau dendapun juga dinilai dengan perhitungan dinar. Seperti sabda Rosulullah “Tangan itu wajib dipotong dalam kasus pencurian 1/4 dinar atau lebih” (HR al-Bukhari, dari Aisyah ra.)

Banyak keuntungan yang bisa kita rasakan jika menggunakan emas sebagai mata uang. Salah satunya yaitu kurs pertukaran mata uang akan menjadi tetap sehingga perekonomian dan keuangan negara akan menjadi stabil dan rakyat pun dapat menjalani kehidupan yang berkualitas.
Wallahu a’lam bisshowab.

Oleh : Zahra Hatun

Silahkan Berikan Komentar Anda Tentang Informasi Ini