
Paciran, Rahayu – Kabupaten Bandung Kamis, 15 Januari 2026. Masyarakat Kampung Rahayu, Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Saung Darussalam Syekh Hilman (Syekh Ajib), Kamis (15/1/2026). Kegiatan keagamaan ini dihadiri jamaah dan musatami dari berbagai daerah dan kota di Jawa Barat.

Acara peringatan Isra Mi’raj tersebut diisi dengan ceramah agama yang disampaikan langsung oleh Syekh Hilman. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk meneladani perjalanan spiritual Rasulullah SAW, khususnya dalam menghadapi kesedihan dan ujian hidup.
Syekh Hilman menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj terjadi setelah Nabi Muhammad SAW mengalami masa duka yang sangat berat, di antaranya wafatnya paman beliau yang selama ini melindungi serta penolakan dan pengusiran dari penduduk Thaif, bahkan hingga Rasulullah dilempari batu dan kotoran sampai berdarah-darah.
Namun demikian, Rasulullah SAW tidak menjadikan kesedihan tersebut sebagai alasan untuk menyalahkan Allah SWT. Sebaliknya, beliau justru semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan kesabaran dan ketaatan yang luar biasa. Kesabaran Rasulullah SAW bahkan disebut melebihi kesabaran Nabi Ayyub AS dan Nabi Nuh AS.
Menurut Syekh Hilman, Isra Mi’raj merupakan hadiah Allah SWT atas kesabaran dan penghambaan Rasulullah SAW. Hadiah tersebut bukan sekadar hiburan atas kesedihan, melainkan penghargaan atas keteguhan iman dan ketaatan seorang hamba sejati kepada Tuhannya.
Dalam penjelasannya, Syekh Hilman menyebutkan bahwa terdapat dua hadiah besar dalam peristiwa Isra Mi’raj. Pertama, peningkatan derajat kehambaan Rasulullah SAW yang luar biasa. Kedua, perjalanan agung Isra Mi’raj itu sendiri, yang digambarkan sebagai sebuah pawai langit dengan keterlibatan seluruh malaikat, tanpa terkecuali.
Syekh Hilman juga menekankan bahwa dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebut Rasulullah SAW sebagai “hamba” saat memperjalankannya dalam Isra Mi’raj. Hal ini menunjukkan bahwa derajat tertinggi di sisi Allah adalah kehambaan yang total, bukan semata-mata ilmu atau kesalehan lahiriah.
Acara peringatan Isra Mi’raj tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh jamaah untuk meneladani sikap Rasulullah SAW dalam menjalani kehidupan, terutama dalam meningkatkan kualitas ibadah salat sebagai hadiah terbesar dari peristiwa Isra Mi’raj, serta memperkuat sikap sabar dan ikhlas dalam menghadapi setiap ujian hidup.**
Sam Permana





