
Pacira , Darussalam 19 Maret 2026 – Seorang warga di wilayah Darussalam Kamwar, Kabupaten Bandung, membagikan pengalaman spiritualnya saat mengalami sakit di hari pertama puasa Ramadhan. Peristiwa tersebut menjadi renungan mendalam tentang makna kesehatan dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
Kejadian ini dialami pada awal bulan suci Ramadhan, saat umat Muslim mulai menjalankan ibadah puasa. Dalam kondisi fisik yang melemah, ia justru menemukan hikmah besar yang sebelumnya jarang disadari ketika dalam keadaan sehat.
Menurut penuturannya, sakit yang dialami menjadi pengingat bahwa manusia tidak selalu berada dalam kondisi prima. Ada kalanya tubuh diberi ujian agar hati kembali mengingat dan mendekat kepada Allah SWT.
Ia mengungkapkan bahwa dalam masa sakit tersebut, dirinya lebih banyak bertafakur, merenung, serta memikirkan makna kehidupan. Momen tersebut dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, berlutut, dan bersujud sebagai bentuk kepasrahan kepada Tuhan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengalaman tersebut mengajarkannya untuk tidak terlena dengan kesehatan semata. Justru dalam keadaan lemah, ia merasakan kehadiran spiritual yang lebih kuat dibandingkan hari-hari biasa.
Setelah melewati masa sakit, ia mengaku bersyukur karena diberikan kesembuhan. Rasa syukur tersebut diiringi dengan kesadaran baru bahwa setiap nikmat, termasuk kesehatan, adalah anugerah yang patut dijaga.
Ia juga menambahkan bahwa batinnya kini lebih tenang dan selalu teringat kepada Allah dalam setiap keadaan. Pengalaman tersebut menjadi titik balik dalam meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadhan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas bahwa di balik setiap ujian, terdapat hikmah yang dapat memperkuat iman. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momen untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.**
Sam Permana




