Demo Besar-Besaran di Jakarta: Rakyat Murka, Ojol Jadi Korban, Tiur Simamora Desak Presiden Bertindak Tegas

Indonesia Berduka, Harapan Masih Ada

SINARPOS.com Jakarta, 30 Agustus 2025 👉🏻 Situasi politik nasional memanas. Gelombang aksi demonstrasi besar-besaran pecah di berbagai daerah sejak Senin (25/8/2025). Ribuan massa turun ke jalan memprotes kinerja DPR RI yang dinilai tidak lagi mewakili kepentingan rakyat.

Tragedi memilukan pun terjadi: seorang pengemudi ojek online (Ojol) tewas mengenaskan akibat insiden tabrakan yang diduga melibatkan kendaraan taktis aparat di kawasan Pejompongan, arah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Korban diketahui bernama Affan Kurniawan (20), warga Palmerah, Jakarta Barat, yang saat itu sedang mengantar pesanan konsumen. Motor dan tubuhnya hancur setelah dilindas dan diseret kendaraan berlapis baja milik Brimob Polda Metro Jaya. Jenazah kemudian dibawa ke RSCM Jakarta. Peristiwa ini menambah luka di tengah memanasnya situasi nasional.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Drs Asep Edi Suherli, S.I.K., M.Si., yang baru dilantik, langsung menggelar konferensi pers bersama Kadiv Propam Polri Irjen Pol Drs Abdul Karim. Polda Metro menyampaikan permohonan maaf terbuka dan belasungkawa kepada keluarga korban serta masyarakat luas, sekaligus berjanji mengusut tuntas tragedi kemanusiaan yang mencederai standar prosedur penanganan aksi massa.

Gelombang demo yang terus meluas memicu kekhawatiran stabilitas keamanan dan ekonomi nasional. Namun para aktivis sepakat menyerukan persatuan, dialog, dan solusi damai agar gejolak tidak berkembang menjadi krisis berkepanjangan.

Suara Lantang Aktivis dan Tokoh Nasional Tiur Simamora

Demo Besar-Besaran di Jakarta: Rakyat Murka, Ojol Jadi Korban, Tiur Simamora Desak Presiden Bertindak Tegas

Di tengah suasana mencekam, aktivis senior Bunda Tiur Simamora, Ketua POSBAKUM GAKORPAN, LBH Pers Presisi Polri Pulogadung, serta relawan Prabowo 08, tampil menyuarakan keprihatinan.

“Kasihan rakyat Indonesia. Mereka lapar, putus asa, dan merasa dikhianati DPR. Amanah rakyat tidak lagi dijalankan. Mereka rela mati di jalan ketimbang mati kelaparan di rumah. Tapi saya memohon, jangan anarkis. Pak Presiden Prabowo harus berani bicara tegas, demi rakyat, demi negara, jangan membisu,” tegas Tiur Simamora.

Ia menilai konflik antara rakyat dan DPR berpotensi menyeret Indonesia ke krisis politik besar seperti 1998. Karena itu, Tiur menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah politik yang berpihak pada rakyat, sekaligus mencegah intervensi asing.

Tragedi kemanusiaan ini juga menuai respon dari sejumlah tokoh dan organisasi masyarakat.

Demo Besar-Besaran di Jakarta: Rakyat Murka, Ojol Jadi Korban, Tiur Simamora Desak Presiden Bertindak Tegas
  • Dr. Moses Robert Waimuri, S.H., M.Th., Ketua Aliansi Papua Bersatu, dalam forum diskusi kebangsaan menegaskan:

“Jangan saling adu domba. Kita saudara sebangsa. DPR jangan arogan, jangan menyakiti hati rakyat dengan ucapan kasar. Saat rakyat lapar, wakil rakyat justru menaikkan gaji, ini ironi!”

  • Bunda Fitri, relawan sosial, menambahkan:

“Pemimpin sejati harus berempati. Jangan biarkan rakyat hanya mengais sampah sementara pejabat pesta pora di hotel berbintang. Negeri ini butuh keadilan sosial, bukan keserakahan.”

Demo Besar-Besaran di Jakarta: Rakyat Murka, Ojol Jadi Korban, Tiur Simamora Desak Presiden Bertindak Tegas

Bunda Tiur menutup pernyataannya dengan pesan kebangsaan:

“Jangan sampai api anarkis menghanguskan negeri ini. Kita mendukung Presiden Prabowo Subianto seribu persen untuk membawa Indonesia keluar dari keterpurukan ekonomi dan menegakkan keadilan bagi rakyat kecil. Bersatulah demi Indonesia Emas 2045.”


➡️ **Redaksi SINARPOS.com Jakarta : Tiur Simamora, Dr. Bernard Siagian, S.H., MAkp, Dr. Moses, Agip Supendi, S.H., Rusman, S.Sos

BERITA TERKAIT

BERITA KHUSUS (VIDEO STREAMING)

GIIAS 2025

Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

Kantor Penasehat Hukum Hendri C Saragi, SH Desak Otopsi Jenazah Imam Komaini Sidik Oleh Tim Medis TNI: Mengungkap Tabir Kematian yang Penuh Tanda Tanya

Kantor Penasehat Hukum Hendri C Saragi, SH Desak Otopsi Jenazah Imam Komaini Sidik Oleh Tim Medis TNI: Mengungkap Tabir Kematian yang Penuh Tanda Tanya

Tragedi Pembunuhan Menyimpan Tanda Tanya, Ada Apa di Balik Peritiwa ini ?

Tragedi Pembunuhan Menyimpan Tanda Tanya, Ada Apa di Balik Peritiwa ini ?

Jalan Rusak di Daerah Pesantren Kelapa Sawit: Suara Warga yang Tak Kunjung Didengar

Jalan Rusak di Daerah Pesantren Kelapa Sawit: Suara Warga yang Tak Kunjung Didengar