Aksi Memanas hingga Ricuh! Pabrik Kasur di Desa Sampali Percut Seituan Digempur Mahasiswa dan Warga, Legalitas Dipertanyakan

Sinarpos.com

DELISERDANG — Gelombang protes kembali mengguncang aktivitas sebuah pabrik kasur di Jalan Jatirejo, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan. Puluhan mahasiswa bersama warga yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Rakyat Sumatera Utara turun ke lokasi, menuntut kejelasan legalitas perusahaan yang diduga belum mengantongi izin resmi.

Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang belum mendapatkan tanggapan dari pihak perusahaan. Massa menilai perusahaan tidak menunjukkan itikad baik untuk transparan terkait perizinan operasional.

Bahkan, sebelumnya mahasiswa telah melayangkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang agar aktivitas pabrik dihentikan sementara hingga seluruh dokumen perizinan dinyatakan lengkap.

Situasi di lapangan sempat memanas ketika sejumlah pihak yang diduga terkait dengan perusahaan mencoba menghalangi jalannya aksi. Ketegangan tak terhindarkan hingga terjadi adu mulut dan dugaan kontak fisik antara peserta aksi dengan pihak yang berada di lokasi.

Massa juga menuding adanya upaya provokasi yang mengganggu jalannya unjuk rasa.Berdasarkan pantauan di lokasi, aparat kepolisian bersama unsur TNI tampak berjaga untuk mengantisipasi eskalasi konflik.

Namun, absennya aparat dari pemerintah kecamatan maupun Satpol PP Kabupaten Deli Serdang menjadi sorotan peserta aksi yang menilai pemerintah daerah belum maksimal dalam merespons persoalan tersebut.

Koordinator aksi, Rasyid, menegaskan bahwa tuntutan utama massa adalah transparansi dan kepatuhan hukum dari pihak perusahaan. Ia menyebut pihaknya telah memperoleh informasi dari sumber di lingkungan Pemkab Deli Serdang yang mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut diduga belum memiliki izin lengkap.

Selain itu, massa juga menyoroti minimnya pelibatan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja.Aksi akhirnya dibubarkan secara kondusif setelah perwakilan perusahaan menemui massa dan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan.

Sementara itu, pihak mahasiswa dan organisasi masyarakat menyatakan akan terus mengawal kasus ini, termasuk mendorong Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Deli Serdang, serta tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

(ard)

  • BERITA TERKAIT

    BERITA KHUSUS (VIDEO STREAMING)

    Kanwil Bea Cukai Bali, NTB, NTT Catat Kinerja Positif: Penerimaan Lampaui Target, Pengawasan Semakin Intensif Sepanjang 2025

    Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

    Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

    Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

    Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

    GIIAS 2025

    Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

    Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

    Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

    Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”
    error: Maaf.. Berita ini diprotek