Search for:
Penjual Obat Ilegal Tetap Buka Seakan Kebal Hukum, Polres Kabupaten Sukabumi Segera Menindak Tegas

Penjual Obat Ilegal Tetap Buka Seakan Kebal Hukum, Polres Kabupaten Sukabumi Segera Menindak Tegas

sinarpos.com

Sukabumi – Penjualan Obat Keras Golongan HCL jenis Tramadol, Hexymer tanpa resep, yang mana obat tersebut termasuk golongan G, Toko Obat berkedok jualan kopi yang berada di pinggir jalan, Jl Siliwangi No 79, Cibadak, Kec. Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Tramadol/Hexymer obat yang dapat digolongkan sebagai narkotika, bukan psikotropika. Alasannya, tramadol masuk dalam golongan opioid yang biasa diresepkan dokter sebagai analgesik atau pereda rasa sakit dan tidak memberikan perubahan perilaku penggunanya. Tramadol termasuk dalam kelas obat yang disebut agonis opioid.

Ketika awak media mendatangi lokasi,si penjual inisial H mengiyakan kalau dirinya menjual obat golongan G (tramadol hexymer) tanpa resep dokter

”Saya hanya penjaga toko disini, bukan saya pemiliknya,ini baru buka sekitar 5 hari yang lalu”.ucapnya.

Pembeli yang berinisial HR,memaparkan bahwa dia membeli obat tramadol/hexymer tidak menggunakan resep dokter. Dan saya baru beli di toko tersebut

“Iya sekitar lima harian saya beli di toko itu,gak ada resep dari dokter pak”.katanya HR Rabu 03/07/2024

Selaku Aktivis, Azhar Vylan memaparkan, pasal tentang penyalahgunaan obat-obatan, yakni Pasal 196 Jo Pasal 197 UU No 36 Tahun 2009 “Pasal 197 menentukan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000,00

“Obat ini tidak bisa dibeli atau didapatkan secara bebas kecuali dalam peresepan dan pemantauan oleh dokter. Hal ini dikarenakan ketergantungan obat tersebut, dapat membuat penggunanya mengonsumsi obat tramadol secara berlebihan hingga mengalami ketergantungan,” tukasnya.

Seorang aktivis yang peduli terhadap masalah obat-obatan terlarang, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kecenderungan generasi muda dalam mengkonsumsi obat-obatan golongan G sebelum melakukan tindakan merusak di jalanan. Menurutnya, hal ini merupakan ancaman serius terhadap keamanan dan masa depan generasi penerus bangsa.

“Obat-obatan ilegal seperti Tramadol,Hexymer, dan beberapa psikotropika lainya memiliki pengaruh yang berbahaya jika digunakan tanpa resep dokter.” Ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa semua obat ini bekerja pada sistem saraf pusat, memberikan efek rekreasi yang mempengaruhi kognisi dan dapat menyebabkan perilaku yang merusak.

Menyadari bahaya yang terkait dengan penggunaan obat-obatan ilegal ini,Azhar Vylan mendesak pihak Polres Kabupaten sukabumi, satresnarkoba polres Kabupaten sukabumi untuk segera menindak tegas dan membongkar jaringan peredaran obat-obatan tersebut. Dia juga berharap agar pihak berwenang dapat menemukan tokoh utama di balik jaringan ini, serta para penyuplai obat-obatan ilegal kepada para remaja.

Tindakan Azhar Vylan ini merupakan bentuk keprihatinan dan kepeduliannya terhadap generasi muda, serta upaya untuk mencegah dampak negatif penggunaan obat-obatan ilegal.

”Saya berharap agar lebih banyak orang yang sadar akan pentingnya memerangi peredaran obat-obatan ilegal dan melindungi generasi penerus bangsa dari dampaknya.” Tutupnya.

Tuliskan Komentar Anda Tentang Informasi Ini