
Banjar,- Pemerintah Kota Banjar bersama DPRD Kota Banjar menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-23 Kota Banjar di Gedung DPRD Kota Banjar, Peringatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan daerah sekaligus penegasan arah pembangunan ke depan yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan.
Sidang paripurna dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Barat, kepala perangkat daerah, pimpinan BUMN dan BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Sabtu (21/2/2026).
Ketua Sementara DPRD Kota Banjar, Sutopo, menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus momentum memperkuat komitmen pembangunan.

Ia menjelaskan bahwa semangat Masagi mencerminkan keseimbangan pembangunan, tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia, pendidikan, ekonomi kerakyatan, nilai budaya, dan spiritualitas. Adapun Tumbuh Istimewa diartikan sebagai pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, yang dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.
Sebagai kota perbatasan di wilayah timur Jawa Barat yang menjadi gerbang penghubung dengan Jawa Tengah, Banjar dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta adaptif terhadap dinamika global.
Baik eksekutif maupun legislatif sepakat bahwa kolaborasi menjadi kunci utama menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Banjar yang maju, adil, sejahtera, agamis, dan inovatif. Katanya .
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjar, Sudarsono, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 23 tahun Kota Banjar sejak disahkan melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kota Banjar di Provinsi Jawa Barat. Ia juga memberikan penghargaan kepada para pendiri dan pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan daerah.
Hari Jadi ke-23 ini merupakan tahun kedua kami mengemban amanah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar periode 2025–2030. Sudah sepatutnya kita bersyukur dan terus bergandengan tangan membangun Kota Banjar

Mengusung tema “Banjar Masagi Tumbuh Istimewa”, Wali Kota menegaskan bahwa konsep Masagi dimaknai sebagai pembangunan yang utuh dan berimbang, mencakup aspek fisik, sosial, ekonomi, dan spiritual. Sementara Tumbuh Istimewa mencerminkan tekad menghadirkan pertumbuhan yang berkualitas, berdaya saing, serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,ujarnya
Secara makro, capaian pembangunan Kota Banjar hingga akhir 2025 menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,54 poin, meningkat dari tahun sebelumnya. Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 5,26 persen, dan angka kemiskinan menurun menjadi 5,73 persen. Program Berdaya juga mencatat realisasi kinerja sebesar 98,94 persen dengan serapan anggaran lebih dari Rp81,5 miliar.
Selain itu, berbagai penghargaan diraih Pemerintah Kota Banjar sepanjang 2025–2026, di antaranya Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 16 kali berturut-turut, Kota Layak Anak kategori Pratama, Universal Health Coverage (UHC) Award dengan cakupan JKN 98,43 persen, serta predikat Informatif dalam Keterbukaan Informasi Publik tingkat Provinsi Jawa Barat.
Dalam mendukung visi nasional Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 yang diusung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pemerintah Kota Banjar menyelaraskan kebijakan pembangunan pada sektor ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, serta pelestarian seni dan budaya.
Inovasi menjadi salah satu pilar utama pembangunan. Sepanjang 2025, tercatat 92 inovasi daerah yang dikembangkan oleh perangkat daerah, kelurahan, desa, hingga perguruan tinggi. Salah satu capaian membanggakan adalah prestasi Desa Kujangsari yang meraih predikat kinerja terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Desa Gapura Sri Baduga 2025 dengan stimulus sebesar Rp1 miliar .
Menutup rangkaian sidang paripurna, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-23 sebagai momentum introspeksi sekaligus penguatan tekad bersama.
Dirgahayu ke-23 Kota Banjar. Semoga setiap langkah pembangunan yang kita tempuh mendapat ridho dan perlindungan Allah SWT, serta membawa Banjar semakin maju dan istimewa,” pungkasnya.(Redaksi) .





