Search for:
Pelaksanaan Pembangunan Rabat Beton Dan Hotmix Jalan Desa Wening Galih Sindangkerta KBB

Pelaksanaan Pembangunan Rabat Beton Dan Hotmix Jalan Desa Wening Galih Sindangkerta KBB

Kabupaten Bandung barat (KBB)

Jalan sangkali di Kampung puncak peuyeum Rt 05 / Rw 06,kegiatan pengecoran Dan pengaspalan di laksanakan tepatnya pada tanggal 2 mei 2024,jalan tersebut merupakan jalan penghubung antara dua desa yaitu desa weninggalih dan desa mekarsari yang terletak di kecamatan Sindang kerja kabupaten bandung barat.

Warga masyarakat kampung puncak peuyeum, sangat antusias dan optimis mendapatkan program pembangunan  jalan rabat beton dan hotmix. Program pembangunan tersebut bersumber dari program aspirasi DPRD kabupaten bandung barat, bukan dari anggaran desa.

 Pekerjaan jalan tersebut berlangsung  kurang lebih sudah tiga bulan yang lalu,dengan panjang 260 meter lebar 2,5 meter dan ketebalan 10 cm untuk rabat beton,dan jalan Hotmix dengan panjang 350 meter lebar 2,5 meter,akan tetapi kondisi jalan sampai saat ini sudah rusak kembali, siapakah yang bertanggungjawab atas pelaksanaan jalan tersebut?  hasil kinerja pengecoran  jalan dan  hotmix jalan desa , di duga ada penyelewengan,karena tidak sesuai bila di lihat dari segi kwalitas maupun  kwantitas,tutur salah seorang warga masyarakat “,Agus cahya ” menyampaikan kepada tim awak media 7/6/2024.

 Hermawan selaku pengadaan barang matrial untuk pembangunan jalan rabat beton, yang mendapat  pelimpahan dari seorang pelaksana,yang bernama dedeng,juga mengatakan sejak di mulainya pekerjaan jalan tersebut tidak tampak terpasang  keterbukaan impormasi publik (KIP),berupa papan proyek

Dedeng  selaku pelaksana sekaligus penanggung jawab pekerjaan tersebut,tidak bertanggung jawab, mengabaikan sehingga mengakibatkan jalan menjadi  mangkrak alias tidak terselesaikan sebagai mana mestinya,bekas pengadaan barang  matrial pun sampai tidak di bayar serta tidak  di lunasi, “ujar Hermawan.”

Padahal akses jalan tersebut sangat berperan penting bagi kelangsungan perekonomian dan penujang dalam melaksanakan keaktipitasan warga masyarakat,banyak di gunakan oleh para petani untuk menjual hasil panen,pedagang ,anak sekolah ,buruh pabrik dan lain sebagainya ,pungkas Hermawan.”

sumber berita “ena taryana”

**teem***

Silahkan Berikan Komentar Anda Tentang Informasi Ini