
Sinarpos.com -KARAWANG — Peristiwa jebolnya saluran irigasi di Kampung Cisalak, Kelurahan Margkaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, pada Jumat (…16/1/2026.) membuat warga resah. Air yang meluap dari saluran tersebut masuk ke sejumlah rumah warga, menggenangi halaman hingga bagian dalam rumah, dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan serta kesehatan lingkungan.

Kronologi Kejadian
Saluran irigasi jebol setelah dinding penampungan air tidak mampu menahan debit air yang meningkat. Akibatnya, aliran air keluar dari jalur semestinya dan menggenangi permukiman warga.
Asep (45), salah seorang warga, mengaku air mulai masuk ke rumahnya sejak dini hari.
“Air tiba-tiba masuk ke rumah, lantai jadi basah semua. Kami panik karena takut air terus naik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ibu Siti (52), yang menilai kerusakan saluran irigasi sudah lama terlihat namun belum mendapat penanganan serius.
“Sebetulnya sudah lama kelihatan retak-retak. Warga sering khawatir kalau hujan atau air irigasi besar, tapi belum juga diperbaiki,” katanya.
Dampak dan Kekhawatiran Warga
Luapan air tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi merusak perabot rumah tangga dan mengancam kesehatan lingkungan. Genangan air dikhawatirkan menjadi sumber penyakit apabila tidak segera ditangani.
Ujang (38), warga lainnya, berharap pemerintah daerah segera turun tangan.
“Kami minta diperbaiki secara permanen. Jangan hanya ditambal sementara, karena ini menyangkut keselamatan warga,” tegasnya.
Harapan Penanganan Cepat
Menurut warga, saluran irigasi tersebut berada sangat dekat dengan permukiman, sehingga kerusakan kecil sekalipun dapat berdampak langsung ke rumah-rumah penduduk. Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya mengamankan rumah masing-masing dengan alat seadanya dan bergotong royong membersihkan sisa genangan.
Masyarakat Kampung Cisalak berharap pemerintah kelurahan dan kecamatan segera melakukan peninjauan lapangan serta mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang.
Penutup
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perawatan infrastruktur dasar di kawasan permukiman padat penduduk. Warga menekankan perlunya perbaikan permanen agar sistem irigasi dapat berfungsi sebagaimana mestinya tanpa membahayakan lingkungan sekitar.
( Iyut Ermawati)





