Ketika Remaja Kehilangan Arah

Sinarpos.com – Dikutip dari salah satu media online menyatakan bahwa Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi terus berupaya membina siswa-siswa sekolah yang terkategori nakal. Caranya adalah dengan mengirim mereka ke barak militer untuk dibina.

Di barak militer, para siswa yang nakal akan dilakukan pembinaan. Harapannya, karakter mereka akan berubah jadi lebih positif setelah digembleng langsung oleh pengajar dan pelatih tentara di barak militer.

Salah satu yang menjadi sorotan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi adalah kenakalan siswa remaja yang sering melakukan tawuran. Melalui konten yang dia bagikan di Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi juga menyebut, siswa yang sering tawuran kebanyakan berasal dari latar belakang keluarga miskin.

Hal itu ia sampaikan saat seorang ibu mendatangi kediaman Dedi Mulyadi bersama Kepala Sekolah dan perangkat pendidikan Kabupaten Purwakarta. Ibu yang datang merupakan orang tua tunggal siswa yang terlibat perkelahian antar kelompok, yang menyebabkan salah satu anak harus dirawat di rumah sakit.

Saat berbicara dengan sang ibu, Dedi sempat menyinggung soal tuntutan yang mungkin dilayangkan keluarga korban. “Sekarang kalau keluarga korban nuntut, misalnya Rp 100 juta. Kita berdamai, karena masih anak di bawah umur,” ucap Dedi Mulyadi.

Mendengar hal tersebut, ibu pelaku mengungkapkan, dirinya tidak memiliki uang. “Kalau Rp100 juta mah saya engga punya, Pak. Terus terang aja. Uang Rp 1 juta atau Rp 100 ribu juga engga ada,” sebutnya.

Yang menjadi pokok permasalahannya adalah siswa tersebut tidak berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Padahal ia lahir dari keluarga miskin yang seharusnya sadar bahwa akibat dari perbuatannya akan berbuntut panjang. Namun, bagi seorang anak yang hidup tanpa bekal ilmu agama, pendampingan yang serius dari kedua orang tua, maka hal itu tidak akan terjangkau oleh pola fikir yang belum matang.

Dan pemikiran yang benar kemudian berfikir sebab akibat membutuhkan pembinaan dari keluarga, dari ayah ibu dan anggota masyarakat juga yang memberi pengaruh perkembangan anak dengan baik. Hanya saja jika orang tua tidak memahami hal itu, tidak memiliki keilmuan dalam mendidik anak-anak mereka, bahkan lingkungan pun tidak kondusif, penguasa tidak memiliki program pendidikan untuk para orang tua, maka inilah yang akan terjadi seperti banyak kasus hari ini perihal kenakalan remaja.

Terlebih remaja hari ini dijejali dengan suguhan gadget yang merusak otak mereka. Bukan hanya konten-konten kotor saja, namun konten hiburan yang memicu mereka ingin selalu scroll terus menerus, telah merusak otak mereka. Menjadikan mereka tidak fokus, memicu stres yang menjadikan remaja berperilaku tidak baik, sulit dikendalikan. Sejujurnya hal itu, mereka pun para remaja bingung dengan jati diri mereka, maka hal tersebut membutuhkan pembinaan dari pihak berwenang diantaranya penguasa. Bukan hanya mendidik remaja juga mendidik para orang tua agar mampu menjadi orang tua yang bertanggung jawab atas anak-anak mereka.

Padahal Rasulullah saw. sebagai teladan bagi umat Islam tidak hanya memiliki ajaran agama saja, juga memiliki ajaran untuk permasalahan sosial termasuk kenakalan remaja seperti berzina, membunuh, membegal, tawuran dan lain sebagainya. Hal ini membutuhkan pendekatan yang tepat, bisa mencontoh bagaimana Rasulullah saw. dalam mendidik remaja agar terkendali sesuai dengan syari’at Islam. Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian, diantaranya :

  1. Akhlakul Karimah

Dalam perjalanan Rasulullah saw. beliau berhasil menciptakan kehidupan sosial yang harmonis berdampingan dengan non muslim dan beliau tetap menjalankan Islam dalam sekup besar yakni di Madinah ketika setelah hijrah. Dengan menerapkan sistem Islam yang menyeluruh, membuat orang-orang kafir saat itu berbondong-bondong memeluk Islam. Di sana tidak memandang ras atau agama, namun Islam memiliki aturan yang tepat ketika diterapkan dalam bingkai negara.

Di dalam interaksi, orang-orang non muslim mengikuti arahan dari Rasulullah saw. Mereka dihormati diperlakukan sesuai dengan nilai kehormatan manusia. Siapa pun yang berbuat dzalim, jahat, riba, penipuan, perampasan atau kekacauan, mereka semua mendapatkan sangsi sebagaimana sangsi yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, begitu pun jika pelaku kejahatan itu remaja.

  1. Lingkungan Pertemanan yang Islami

Rasulullah saw. bersabda :

حدثنا يونس قال حدثنا أبو داود قال حدثنا زهير بن محمد قال أخبرني موسى بن وردان عن أبي هريرة قال ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

Artinya: Telah diceritakan kepada kami oleh Yunus yang berkata telah diceritakan oleh Abu Daud kemudian diceritakan oleh Zuhair bin Muhammad berkata, diceritakan oleh Musa bin Ardan dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda “ Seseorang itu akan mengikuti agama atau perilaku teman dekatnya. Oleh karena itu hendaknya kalian memperhatikan siapa yang dijadikan teman dekat. (HR. Abu Daud)

Hadits di atas sejalan dengan sabda Rasulullah saw yang menyatakan perumpamaan pemilik minyak kesturi dan pandai besi menggambarkan pengaruh lingkungan pertemanan, ketika berteman dengan pedagang minyak kesturi maka akan tertular wanginya, dan jika berteman dengan pemilik pandai besi maka akan terkena panasnya. Begitu pun ketika anak remaja kita bergaul dengan temanya yang buruk perilakunya, ia pun akan terbawa oleh perangai temannya.

Dalam kitab Ta’lim Muta’allim, dijelaskan bahwa kita harus memilih teman yang memiliki sifat rajin, baik, semangat, dan tekun dalam belajar. Di sisi lain, kita harus menjauhi teman yang malas, pengangguran, tidak mau memahami ilmu, banyak bicara tanpa makna, serta mereka yang suka menebar fitnah.

عن المرء لا تسأل وابصر قرينه فإن القرين بالمقارن يقتدي

Artinya: Jika ingin mengetahui perangai seseorang maka janganlah kau tanyakan kepadanya, tetapi lihatlah kawan dekatnya, sesungguhnya kawan itu akan mengikuti kawannya karena pergaulan.

  1. Ada Pendidikan Karakter

Rasulullah saw. sangat menekankan perihal pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Dididik akhlaknya, adab dan ibadah. Banyak hadits Rasulullah saw. mengajarkan anak untuk dilatih mengenal penciptanyq yaitu Allah Swt. Contoh haditsnya :

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Bukhari). Dalam hadits ini, betapa pentingnya peran orang dalam menentukan masa depan anak-anaknya.

  1. Menciptakan Lingkungan Sehat.

Rasulullah saw. mengajarkan pentingnya membangun lingkungan yang sehat. Komunitas yang memiliki peran mengawasi dan membimbing remaja. Hal ini akan mendorong remaja untuk melakukan amal shalih, menjauhi perilaku menyimpang. Dalam lingkungan yang sehat akan menjadikan remaja kreatif mampu menyelesaikan masalah sendiri, bahkan mereka tidak segan untuk berinteraksi dengan baik terhadap orang tua mereka.

Berikut adalah salah satu hadits tentang menciptakan lingkungan yang sehat, Rasulullah saw. bersabda :

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya: Dari Nu’man bin Basyir r.a., Rasulullah saw. bersabda: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah seperti satu tubuh; apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadits tersebut betapa pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat. Satu sama lain saling peduli dan berempati. Rasulullah saw. sikap beliau dalam menangani kenakalan remaja memberikan banyak pelajaran berharga. Yaitu melalui pendidikan yang baik, penegakkan hukum yang adil, pendekatan persuasif, pembinaan lingkungan, dengan nilai yang diajarkan Rasulullah saw. dalam pendampingan negara. Tentu dengan langkah preventif dan kuratif yang sesuai untuk mengatasi kenakalan remaja di zaman sekarang.

Wallahu a’lam bishshawab

Oleh: Sumiati
Pendidik Generasi dan Mahasiswi STIT At-Taqwa Bandung Jurusan PAI

BERITA TERKAIT

BERITA KHUSUS (VIDEO STREAMING)

Kanwil Bea Cukai Bali, NTB, NTT Catat Kinerja Positif: Penerimaan Lampaui Target, Pengawasan Semakin Intensif Sepanjang 2025

Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

GIIAS 2025

Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”
error: Maaf.. Berita ini diprotek