Search for:
Merajut Silaturahmi dan Memperkuat Kolaborasi untuk Masa Depan dengan Komunitas Asep Asep Indonesia

Merajut Silaturahmi dan Memperkuat Kolaborasi untuk Masa Depan dengan Komunitas Asep Asep Indonesia

KABUPATEN BANDUNG || Nama “Asep” ternyata memiliki daya tarik tersendiri di Kabupaten Bandung. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bandung, terdapat lebih dari 60 ribu orang yang bernama Asep. Baru-baru ini, ratusan orang yang bernama Asep dari berbagai daerah di Jawa Barat berkumpul dalam acara “Apresiasi Silaturahmi Kolaborasi Asep-Asep” yang diselenggarakan di Area Gedung Graha Wirakarya, Jalan Raya Laswi No. 746, Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 8 Juni 2024.

Asep Ikhsan SE, S.Pd., MM, Ketua YPPGMI Ciparay sekaligus tuan rumah acara ini, mengungkapkan kegembiraannya atas suksesnya acara ini. “Alhamdulillah, pada hari ini, Sabtu, 8 Juni 2024, kita di Graha Wirakarya menyelenggarakan kegiatan silaturahmi Asep-Asep. Saya berharap agar ke depannya, nama Asep yang mengandung makna Agama dapat menampilkan nilai-nilai manusia yang paripurna,” ujarnya.

Asep Ikhsan menambahkan bahwa dalam era globalisasi ini, Asep-Asep diharapkan dapat meningkatkan kemampuan, potensi, dan keahliannya untuk bersaing. “Bukan hanya Asep, tetapi juga anak-anak, keluarga, dan saudara Asep harus siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Keluarga besar Asep harus mampu mengolah pikirannya untuk meningkatkan kemampuan dan keahliannya,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Asep Ikhsan juga menekankan pentingnya aspek sosial, ekonomi, dan pendidikan bagi komunitas Asep. “Yang kedua, aspek Sosial: Asep harus bisa mengolah rasa dan menjalin kebersamaan serta silaturahmi. Yang ketiga, aspek Ekonomi: Asep harus mempelopori ekonomi yang dapat mensejahterakan keluarganya. Yang keempat, aspek Pendidikan: Pendidikan adalah dasar hidup kita semua. Orang yang berhasil dan sukses selalu memiliki dasar pendidikan yang kuat,” paparnya.

Asep Ikhsan juga menyinggung tentang pentingnya mempersiapkan diri menghadapi Era Bonus Demografi pada tahun 2035, di mana populasi Indonesia diperkirakan mencapai hampir 290 juta jiwa. “Kita harus memiliki kemampuan, keahlian, dan keterampilan yang baik. Semoga pada tahun 2045, saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan, kita bisa mewujudkan Indonesia Emas,” ujarnya.

Acara ini juga menjadi ajang bagi komunitas Asep untuk meneguhkan peran mereka dalam agama, sosial, ekonomi, dan pendidikan. “Salah satu tujuan komunitas Asep adalah menjadi pelopor di bidang-bidang tersebut, sehingga Indonesia Emas bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Jangan sampai Era Bonus Demografi menjadi bencana karena kurangnya keterampilan dan kompetensi,” tegas Asep Ikhsan.

Asep Suryana, salah satu anggota komunitas Asep, menambahkan pentingnya melestarikan nama Asep di tengah masyarakat. “Nama Asep adalah salah satu khas nama laki-laki orang Sunda. Namun, saat ini sudah jarang anak yang diberi nama Asep karena banyak orang tua memilih nama yang lebih kebarat-baratan. Semoga dengan adanya komunitas Asep, semakin banyak orang yang terinspirasi untuk memberikan nama Asep kepada anak-anak mereka, sehingga nama Asep tetap lestari,” ungkapnya.

Acara “Apresiasi Silaturahmi Kolaborasi Asep-Asep” ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang kuat untuk memperkuat kebersamaan dan kolaborasi di antara komunitas Asep, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas. Semangat yang diusung dalam acara ini diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang, sehingga komunitas Asep dapat memainkan peran penting dalam memajukan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. (Obed)

Pewarta/penulis : Obed

Penerbit : Hilman Risyadi

Silahkan Berikan Komentar Anda Tentang Informasi Ini