Search for:
  • Home/
  • Hukum/
  • Masyarakat Kota Cimahi Menyayangkan Sikap Mendagri Mencopot PJ. Walikota Cimahi
Masyarakat Kota Cimahi Menyayangkan Sikap Mendagri Mencopot PJ. Walikota Cimahi

Masyarakat Kota Cimahi Menyayangkan Sikap Mendagri Mencopot PJ. Walikota Cimahi

SINARPOS.COM

CIMAHI || Dampak dari keputusan mendagri yang dinilai oleh sebagian masyarakat Kota Cimahi membingungkan dan merugikan PJ. Walikota Cimahi, mendapat berbagai tanggapan, walaupun secara pribadi PJ. Walikota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan menerima keputusan yang diberikan kepadanya, dalam keterangannya usai memimpin upacara di halaman apel Pemerintah Kota Cimahi menjelaskan, “Menanggapi pemberitaan yang berkembang akhir-akhir ini, Hal yang saya nilai syarat akan kebaikannya dan pantang bagi saya untuk mengadakan tidak atas hasil keputusan dari Mendagri kecuali hal yang jelas-jelas negatif, pasti akan saya tolak.

Jabatan Walikota yang Notabene dapat membuat kebaikan bagi masyarakat saya kira itu hal yang baik, jangankan walikota, jabatan RT dan RW sekalipun sarat akan kebaikan.

Jadi kesimpulannya yangvsayabnulai ada kemaslahannya dan kebaikannya pantang untuk mengatakan tidak karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi.

Saya berpesan bagi masyarakat Kota Cimahi tetap semangat kaitan dengan statemen di media yang akhir-akhir ini beredar itu hanya soal persepsi dan narasi dari pak menteri, namun hari ini sudah saya luruskan karena saya tidak mau ada polemik ditengah masyarakat, satu hal yang pas bahwa saya menjalankan tugas sebagai Walikota Cimahi ini dasarnya adalah penugasan, Hak prerogatif atas penunjukan pejabat Walikota Cimahi ini adalah pemerintah pusat dalam hal ini adalah bapak Menteri dalam Negeri dan saya hargai itu, Mari kita bangun semangat dengan Cimahi ngahiji ini, semoga satu dan lainnya bisa saling menyatu. “Ungkap Dikdik.

Sementara dikalangan Masyarakat Kota Cimahi banyak yang menyayangkan Diksi yang dipilih yakni “Pencopotan” walaupun sesungguhnya setelah mendapat keterangan langsung ternyata pihak Mendagri tidak menggunakan Diksi tersebut namun menyatakan tidak dilanjutkan Jabatan PJ walikota.

Mengenai alasan yang dikemukakan pihak Mendagri, sebagian Masyarakat Kota Cimahi mempertanyakan hal itu serta adapula beberapa ormas yang menyayangkan alasan yang dikemukakan yakni Inflasi dan kenaikan cabai serta beras.

Salah seorang tokoh pemuda yang juga Avalon Legislatif Dapil-2, Kang Ari(Somantri) memberikan tanggapannya terkait Berita kurang pas tersebut melalui Aplikasi WA, ” Apa yang terjadi di Kota Cimahi terkait pemberitaan viral terkait pencopotan atau penggantian PJ. Walikota Cimahi, Saya menyikapi dengan objektif dan semua beralasan dari masalah Inflasi dan kenaikan cabe dengan beras.

Masyarakat Kota Cimahi Menyayangkan Sikap Mendagri Mencopot PJ. Walikota Cimahi

Bicara masalah cabe dan beras merupakan masalah nasional jika dilihat dari masalah itu saya tidak mengerti ada apa sesungguhnya dengan pencopotan PJ. Walikota Cimahi, jadi menurut saya Mendagri tidak tepat memberikan alasan pemecatan akaibat harga beras dan cabai yang naik dan inflasi yang tidak bisa ditekan, karena hal ini merupakan masalah nasional.

Namun jika hal ini akibat intervensi politik dari atas ke bawah, Saya memberikan apresiasi kepada PJ. Walikota yang dengan santai menanggapi putusan dari Mendagri terkait pencopotannya dan malah memberikan tanggapan yang menyejukkan bagi Masyarakat Kota Cimahi yang merasa kurang nyaman akibat PJ. Walikotanya diberhentikan.

Beliau (PJ. Walikota) sangat tenang dan hal itu merupakan salah satu indikator yang menunjukan bahwa PJ. Walikota Cimahi memiliki Jiwa Satria, dan hikmah yang bisa diambil akibat kejadian ini bahwa Pak PJ. Walikota Cimahi dikenal serta dibela oleh Masyarakat Kota Cimahi dan siapapun yang menjabat PJ. Walikota Cimahi Kita tetap harus mendukung dan yang harus kita lihat adalah Kota Cimahi dan Masyarakat Kota Cimahi agarbtetap kondusif. “Pungkasnya.


(Achmad $**)

Leave A Comment

All fields marked with an asterisk (*) are required