Search for:
Kadishub Kota Medan Iswar Lubis Menutup Diri, Program Parkir Berlangganan Sarat Isu Modal Pilgubsu

Kadishub Kota Medan Iswar Lubis Menutup Diri, Program Parkir Berlangganan Sarat Isu Modal Pilgubsu

Sinarpos.com

Medan – Kebijakan parkir yang dimotori Dishub Kota Medan hanya omong kosong. Program parkir berlangganan terbukti tidak mampu membendung kutipan parkir liar di ribuan titik di Kota Medan.

Lingkar Indonesia menjelaskan parkir liar dimaksud adalah seluruh parkir baik konvensional maupun e-parking di tepi jalan maupun lokasi khusus yang diatur dalam Perwal Nomor 45 Tahun 2021 tentang Tata Cara Parkir Umum namun telah dibatalkan dengan Perwal Nomor 26 Tahun 2024 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelayanan Parkir Berlangganan di Tepi Jalan Umum.

“Coba baca baik-baik Pasal 17 Perwal Nomor 26 Tahun 2024. Dengan dibatalkannya Perwal Nomor 45 Tahun 2021 artinya seluruh kutipan tunai dan elektronik ilegal, pungli. Ini kok dibiarin,” cecar Arnold Marpaung selaku Sekretaris Lingkar Indonesia, Selasa (9/7/2024)

Arnold Marpaung curiga bahwa dibiarkannya parkir liar ini karena masih adanya setoran juru parkir kepada oknum-oknum dari Dishub Kota Medan.

Hasilnya, Perwal yang telah dirancang oleh Wali Kota Medan dan timnya dikangkangi.

Bahkan, saat ini berkembang pula isu bahwa program parkir berlangganan hanya cara untuk menarik uang secara elegan dari masyarakat guna tambahan modal Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution maju dalam Pilgubsu 2024 nanti.

Pasalnya parkir berlangganan  diterapkan di penghujung jabatan menantu Presiden Joko Widodo tersebut.

Sementara uang telah ditarik dahulu dari hasil penjualan stiker.

Tidak ada yang menjamin aturan ini akan berlanjut setelah Bobby Nasution tidak memimpin Kota Medan lagi.

“Sekarang muncul malah isu miring. Uangnya yang ditarik didepan dengan jual stiker berlangganan mau dipakai untuk modal Pilgubsu. Saya sampaikan ini di media karena peduli dengan Wali Kota Medan, agar beliau tidak terjebak program parkir,” ungkapnya.

Diketahui, program parkir berlangganan ini kontroversi karena penerapannya menggantikan program e-parking yang hanya mampu bertahan 3 bulan saja.

Padahal saat e-parking diterapkan, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution dengan yakinnya menargetkan PAD sebesar Rp60 miliar.

Penerapan parkir berlangganan juga masih menjadi tanda tanya lantaran dibuat secara mendadak dan diyakini akan menghabiskan kas daerah lebih besar dibanding pendapatan, karena rencana menggaji 1.700 jukir dengan besaran Rp2,5 juta perorang.

Di lapangan, penerapan parkir berlangganan juga menimbulkan kericuhan lantaran petugas Dishub Kota Medan mengusir masyarakat yang hendak parkir namun tidak ada stiker parkir berlangganan di mobilnya.

Sementara itu Kadishub Kota Medan Iswar Lubis hingga saat ini masih menutup diri untuk diwawancara soal parkir yang diterapkan. (ard)

Tuliskan Komentar Anda Tentang Informasi Ini