Search for:
Jangan Kotori Kesucian Idul Adha Dengan “Black Campaign” Gara-gara Sapi Qurban

Jangan Kotori Kesucian Idul Adha Dengan “Black Campaign” Gara-gara Sapi Qurban

SINARPOS.COM

Karawang – Semakin jelas dugaan adanya praktek Politik Kotor, yang mempolitisir pembagian Hewan Qurban yang dilakukan oleh Pemkab Karawang, dengan menyebarnya pemberitaan beberapa organisasi Islam tidak mendapatkan hewan Qurban dari Pemkab Karawang.

Hal tersebut disampaikan oleh Nurdin Syam atau yang biasa dipanggil Mr Kim, melalui Akun Whatsapp pribadinya, Minggu (16/6/2024).

“Entah berharap perhatian lebih atau hal lainnya dari publik saya tidak tau, saat saaya membaca beberapa media online mengabarkan, beberapa Ormas Islam bahkan DKM Masjid Agung Syeikh Quro Karawang, tidak mendapatkan hewan Qurban dari Pemkab Karawang, yang saat ini dipimpin oleh H Aep Syaepuloh sebagai Bupatinya,”ungkap Kim.

Padahal, Mr Kim menjelaskan dengan data – data otentik yang Ia pegang, jika semua lembaga yang tadi disebutkan, PCNU dan DKM Masjid Agung Karawang, sudah mendapatkan Hewan Qurban yang sesuai dengan porsinya masing – masing.

Ia pun merasa tidak bisa menduga, adanya praktik Politik Kotor yang mewarnai Sakralnya Perayaan Idul Adha yang seharusnya dirayakan secara Khidmat oleh seluruh Ummat Muslim Karawang, bahkan Dunia ini.

Namun, tidak dipungkiri dengan dipimpinnya Kabupaten Karawang yang dikomandoi H Aep Syaepuloh, yang notabene salah satu calon peserta PILKADA terkuat di tahun ini, perayaan yang seharusnya sakral, menurutnya bisa menjadi kotor yang dimanfaatkan oleh pihak – pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab menjadi panas dan seolah ada kejanggalan.

“Kami, atau saya mewakili Forum Aktivis Karawang dan Ormas GMPI berharap, janganlah kotori kesakralan Idul Adha ini dengan praktik – praktik kotor untuk menjatuhkan kredibilitas seseorang hanya untuk hasrat politik pihak – pihak tertentu,” Ujar Kim.

Bagaimanapun, kembali Ia mengungkapkan, H Aep Syaepuloh ini merupakan pemimpin Karawang, simbol kebanggaan masyarakat Karawang, Ia merasa tidak elok disaat kebijakannya sudah benar, namun karena ada hal – hal tertentu, dijadikan sebuah polemik hingga menimbulkan kegaduhan.

“Mari kita jaga Karawang ini dengan sebaik mungkin, utamakan kondusifitas dan tatakrama, adapun kekurangan dan ketidak sesuaian di lapangan, kan ada baiknya ditabayunkan terlebih dahulu,” Pungkasnya.

(Taofik/Karawang)

Tuliskan Komentar Anda Tentang Informasi Ini