Search for:
Ibu rumah tangga diduga alami KDRT, ingin gugat cerai suami

Ibu rumah tangga diduga alami KDRT, ingin gugat cerai suami

SINARPOS.COM

Bandarlampung, Ibu rumah tangga bernama Wayan telah menemui dan meminta bantuan advokat ternama, Yunizar, SH, di Kantor Hukum Jalan Hasanudin TBS, Bandarlampung untuk menjadi kuasa hukumnya dalam proses perceraian. Dalam keterangannya, Yunizar, SH mengungkapkan bahwa Wayan merasa sangat trauma secara psikis akibat dugaan tindakan kekerasan yang dialaminya, sehingga keputusan untuk berpisah adalah langkah terbaik yang bisa diambil untuk memulihkan kondisi mental dan emosionalnya.


“Klien kami, Wayan, hanya memiliki satu tujuan, yaitu untuk berpisah dari suaminya demi mendapatkan ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya. Tidak ada tujuan lain selain itu,” ujar Yunizar, SH saat ditemui di kantornya. “Beliau telah mengalami trauma yang mendalam dan berharap dengan adanya rencana perceraian ini, dirinya dapat memulai hidup baru yang lebih baik.”

Dugaan kasus KDRT ini menambah daftar panjang kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di Indonesia. Pemerhati hak perempuan dan anak menegaskan pentingnya dukungan bagi korban dugaan KDRT agar berani melapor dan mengambil langkah hukum untuk mendapatkan perlindungan yang mereka butuhkan.

Masyarakat berharap, proses hukum yang sedang berjalan ini dapat memberikan keadilan bagi Wayan dan membuka mata publik akan pentingnya menghentikan kekerasan dalam rumah tangga. Para ahli hukum juga mengingatkan agar pihak terkait memberikan perhatian khusus terhadap kasus-kasus KDRT dan memberikan perlindungan maksimal kepada korban.

Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada dan peduli terhadap dugaan maupun tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga di sekitar mereka. Bantuan dan dukungan dari lingkungan sekitar sangat penting bagi korban untuk bangkit dan melanjutkan hidup dengan damai.
Wayan kini sedang menunggu proses yang akan berjalan, dengan harapan dapat segera meraih ketenangan dan ketentraman yang selama ini di harapkannya.