
Sinarpos.com
Muara Bungo – Suasana penuh khidmat dan kekhusyukan terasa di Lapas Kelas IIB Muara Bungo saat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Kristen mengikuti kegiatan ibadah Jumat Agung dan Paskah secara virtual melalui Zoom, Jumat (03/04/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang diselenggarakan secara nasional oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerja sama dengan Yayasan Pelayanan Kasih Bethesda.
Sejak awal kegiatan, para WBP tampak mengikuti jalannya ibadah dengan tertib dan penuh perhatian. Mulai dari pemutaran film rohani hingga pelaksanaan ibadah yang dipimpin oleh pendeta, seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan baik dan lancar.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bungo, Bapak Muhamad Kameily dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ibadah ini sebagai sarana pembinaan kepribadian bagi WBP. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan mereka dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Kalapas.
Senada dengan itu, Kasi Binadik dan Giatja, Bapak Tiopan P. Situmorang juga menambahkan bahwa pelaksanaan ibadah berjalan dengan aman dan tertib berkat kerja sama semua pihak.
“Seluruh WBP yang mengikuti kegiatan ini menunjukkan sikap yang sangat baik, tertib, dan penuh penghayatan. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan di dalam lapas berjalan dengan optimal,” ujarnya.
Kegiatan ibadah online ini sendiri dilaksanakan berdasarkan izin resmi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah Jambi, sebagai bagian dari pembinaan spiritual bagi WBP di seluruh Indonesia. Dengan tema yang diangkat dalam ibadah Paskah, diharapkan mampu memberikan harapan baru serta semangat perubahan bagi para warga binaan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Muara Bungo terus berkomitmen untuk menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental dan spiritual, demi mendukung proses reintegrasi sosial WBP di masa mendatang.
(Laiden Sihombing)





