Kasi Propam Polrestabes Medan Ancam Anak Brigadir Polisi Edy Alfaris, AKP Suharmono: Kalau Masih Mau Bapak Kalian Jadi Polisi Kalian Jangan Ribut

Sinarpos.com

Medan – Konflik yang menyita perhatian publik kembali mencuat dari Sumatera Utara. Seorang anggota Polri yang bertugas di Propam Polsek Pancurbatu, Brigadir Edy Alfaris, ditahan oleh Propam Polrestabes Medan atas dugaan pelemparan botol, padahal keluarga korban telah menyodorkan bukti video yang justru menunjukkan hal sebaliknya. Penahanan ini kemudian viral setelah keluarga sang brigadir mengaku menjadi korban dugaan penyerangan brutal dari massa yang diduga bagian dari jaringan mafia narkoba.

Istri Brigadir Edy, Israf Lina (44), dalam keterangannya meminta perlindungan hukum kepada Kapolda Sumatera Utara. Ia menilai tindakan yang dilakukan terhadap suaminya tidak hanya mencederai rasa keadilan, tapi juga menunjukkan indikasi kriminalisasi terhadap anggota Polri yang berintegritas.

Peristiwa bermula dari kegiatan pembersihan lahan milik PT ADP di Jalan Karya Dharma, Medan Polonia, pada 7 Mei 2025. Kegiatan ini melibatkan keluarga Lina, yakni Yohan Alfaris, untuk mengawasi proses tersebut atas permintaan pemilik lahan, Arsyad Lies.

Namun, pada 15 Mei 2025, gubuk milik seseorang berinisial Rvndra, yang menurut informasi digunakan sebagai tempat aktivitas peredaran narkoba, turut dibongkar dalam pembersihan itu. Hal inilah yang diduga menjadi pemicu penyerangan terhadap keluarga Yohan dan Lina oleh kelompok Rvndra dan kurirnya yang dikenal dengan inisial Rks, serta diduga berafiliasi dengan orang kuat berinisial Rbn.

Serangan terjadi dini hari, pada 16 Mei 2025 sekitar pukul 00.15 WIB. Menurut Lina, sejumlah orang datang membawa parang, kelewang, balok, hingga panah beracun. Bahkan disebutkan pula penggunaan bom molotov dan senapan angin dalam serangan lanjutan.

“Pada 17 Mei 2025 papa saya ditangkap atas tuduhan palsu,”ujar Mia Anak Brigadir Edy Alfaris kepada Sinarpos.com melalui pesan whatsapp. Jumat (8/8/2025)

Atas kejadian yang menimpa orangtuanya, Mia (22) anak kedua dari Brigadir Polisi Edy Alfaris langsung membuat laporan ke pihak Propam Polrestabes Medan didampingi oleh kakaknya dan Yohan Alfaris selaku Ketua DPD LSM MAUNG Sumut.

Namun tak disangka disaat ingin membuat laporan pengaduan, Kasi Propam Suharmono melontarkan ancaman kepada anaknya dan keluarga Brigadir Edy Alfaris.

“Kalau masih mau bapak kalian jadi polisi, kalian jangan ribut,”ucap Suharmono Kasi Propam Polrestabes Medan.

Ketua DPD LSM MAUNG Sumut Yohan Alfaris mengutuk keras tindakan kekerasan dan kriminalisasi yang menimpa keluarga Brigadir Polisi Edy Alfaris. Rentetan peristiwa tersebut menegaskan perlunya penegakan hukum tanpa pandang bulu serta penghormatan terhadap hak asasi warga negara.

“Papa saya korban dan kakinya sakit terkena bom molotov tapi kenapa kami datang ke DivPropam Polrestabes Medan ini kami seperti diancam sama Bapak Kasi Propam Suharmono,”ujar Mia selaku Anak Brigadir Efy Alfaris.

Mendapat perkataan yang tidak mengenakan, Keluarga Brigadir Edy Alfaris akan membuat laporan pengaduan ke Mabes Polri. ” Setelah saya laporkan ke DivPropam Mabes Polri, baru papa saya dikeluarkan dari penjara,”imbuhnya

(ard)

  • BERITA TERKAIT

    BERITA KHUSUS (VIDEO STREAMING)

    GIIAS 2025

    Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

    Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

    Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

    Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

    Kantor Penasehat Hukum Hendri C Saragi, SH Desak Otopsi Jenazah Imam Komaini Sidik Oleh Tim Medis TNI: Mengungkap Tabir Kematian yang Penuh Tanda Tanya

    Kantor Penasehat Hukum Hendri C Saragi, SH Desak Otopsi Jenazah Imam Komaini Sidik Oleh Tim Medis TNI: Mengungkap Tabir Kematian yang Penuh Tanda Tanya

    Tragedi Pembunuhan Menyimpan Tanda Tanya, Ada Apa di Balik Peritiwa ini ?

    Tragedi Pembunuhan Menyimpan Tanda Tanya, Ada Apa di Balik Peritiwa ini ?

    Jalan Rusak di Daerah Pesantren Kelapa Sawit: Suara Warga yang Tak Kunjung Didengar

    Jalan Rusak di Daerah Pesantren Kelapa Sawit: Suara Warga yang Tak Kunjung Didengar