Search for:
Gading Gajah Purba Dan Kura Kura Purba Diketemukan Di Lembah Cisaar Desa Jembar Wangi Sumedang

Gading Gajah Purba Dan Kura Kura Purba Diketemukan Di Lembah Cisaar Desa Jembar Wangi Sumedang

Sinarpos.Com / Sumedang || Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di situs Cariang pada tahun 2018 dapat diketahui bahwa titik ekskavasi berada di lapisan konglomerat yang merupakan hasil dari endapan sungai yang menganyam atau braided river system.

Kesimpulan ini didasarkan pada urutan perlapisan batuan atau stratigrafi di daerah Jembarwangi. Berdasarkan lapisan batuannya menunjukan bahwa wilayah ini sekitar 10 juta tahun yang lalu merupakan laut dangkal yang sering waktu lingkungan pengendapan berubah menjadi lingkungan lakustrin yang mengandung moluska air tawar.

Pada fase berikutnya pengendapan di Jembarwangi dan sekitarnya berubah lagi menjadi lingkungan fluviatil sungai menganyam atau braided channel.

Hal ini diindikasikan dengan perlapisan selang seling antara lanau dengan batupasir konglomeratan yang masif di wilayah ini. Pada fase inilah fragmen-fragmen fosil yang ditemukan di lokasi ekskavasi diendapkan pada masa lalu. Saat ini lingkungan pengendapan didominasi oleh akitiftas sungai Cisaar sebagi sungai utama yang mengalir di daerah Jembarwangi ini.

Berdasarkan hasil pengukuran keletakan temuan yang dilakukan pada seluruh temuan di kotak ekskavasi tahun 2018 menunjukan bahwa seluruh posisi temuan memperlihatkan pola kemiringan yang sama, yaitu menuju ke barat laut. Hal ini tentunya memberikan gambaran proses sedimentasi yang terjadi lebih tinggi di bagian barat laut.

Berdasarkan temuan fauna – fauna yang ada di wilayah Jembarwangi jika dihubungkan dengan biostratigrafi yang ada dapat dimasukan ke kelompok fauna Trinil. Jika memang demikian, tentunya diketahui bahwa dalam kelompok Biozone Trinil, Homo erectus termasuk didalamnya. Hal ini tentunya membuktikan bahwa fosil stegodon memungkinkan hubungan biostratigrafi antara Stegodon – Homo erectus.

Selain itu proses sebaran temuan yang merata di seluruh bagian kotak secara horizontal dan vertical menunjukan bahwa proses taphonomi yang terjadi cukup intensif.

Hal ini ditunjukan oleh fragment tulang yang sebagian besar berupa fragmen dengan keadaan permukaan aus (rounded).

Hal tersebut dibenarkan Kepala Desa Jembarwangi Kec.Tomo Kabupaten Sumedang Jawa Barat saat dihubungi Sinarpos.com Pitriani Dewi S.Sos. mengatakan, “ Bahwa betul adanya diwilayah kami telah diketemukan beberapa fosil peninggalan zaman dulu kala,baik dari mulai fosil Kerang Laut, Gading Gajah, Kura kura, Taring ikan Hiu serta yang lainnya.

Lebih jauh menurut Pitri Dewi, bahwa pada tahun 2023 lalu dari fihak kami jajaran Desa Jembarwangi dan para tokoh Masyarakat terus berupaya agar senantiasa penemuan fosil tersebut tetap bisa lestari, hingga sampai saat nanti menjadi sebuah pembelajaran bagi generasi mendatang, bahwa disini telah ada sebuah kehidupan dizaman ratusan ribu tahun atau mungkin jutaan tahun silam, tandasnya.

Bahkan, kami sangat berterimakasih kepada semua fihak mulai dari Dinas Pariwisata Kab. Sumedang melalui Kepala Bidang Kebudayaan yang telah membimbing kami, hingga mendatangkan para Aerkologi, Sejarawan, Budayawan.

Apalagi setelah itu dari pihak Museum Geologi Bandung begitu antutias dengan diketemukan beberapa Fosil yang sangat menonjol yaitu Fosil Gading Gajah purba dan Kura kura purba.Hingga kami diberikan keistimewaan oleh pihak Museum Geologi Bandung untuk disimpan dan dibangun ruangan khusus berupa Museum mini yang sekarang bisa kita lihat dikantor Desa Jembarwangi.imbuhnya. (BGS)

Tuliskan Komentar Anda Tentang Informasi Ini