Search for:
Ditemukan Situs Cagar Budaya Candi Bojongmenje, Diperkirakan Lebih Tua Dari Candi Borobudur

Ditemukan Situs Cagar Budaya Candi Bojongmenje, Diperkirakan Lebih Tua Dari Candi Borobudur

SINARPOS.COM

BANDUNG || Situs Cagar Budaya Candi Bojongmenje di Kampung Bojongmenje RT 01/RW 02, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ditemukan pada tanggal 18 Agustus 2002 atau sekitar 21 tahun silam.

Situs cagar budaya ini yang merupakan warisan orang-orang masa lampau awalnya ditemukan warga setempat saat melaksanakan kerja bakti di Kampung Bojongmenje RT 01/RW 02, dimana lokasi ditemukannya Situs Candi Bojongmenje tersebut.

Atas dasar penemuan Situs Candi Bojongmenje yang sudah puluhan tahun silam itu, sejumlah pihak dari berbagai komunitas menggelar milangkala ke-21 tahun penemuan candi yang menjadi situs cagar budaya tersebut, Minggu (13/8) malam.

Sekaligus dilaksanakan acara Dharma Djati dalam rangka hajat lembur dan doa bersama memperingati Tahun Baru Islam 1445 Hijriyah.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Provinsi Jawa Barat Dwi Ratna Nurhajarini hadir pada kesempatan milangkala Situs Candi Bojongmenje ke-21 itu.

Kemudian jajaran Pemkab Bandung beserta pihak Kecamatan Rancaekek dan masyarakat sekitar. Situs Candi Bojongmenje yang konon kabarnya erat kaitannya dengan perkembangan Kerajaan Kendan di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung pada abad ke-7 dan ke-8 itu, lokasinya berada di antara permukiman padat penduduk dan pabrik.

Untuk menuju lokasi situs tersebut harus menelusuri gang sempit yang jaraknya sekitar 150-200 meter dari Jalan Raya Bandung-Garut. Lokasi situs cagar budaya itu tidak jauh dari aliran air Sungai Cimande yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Penemuan Situs Candi Bojongmenje itu menjadi warisan budaya masyarakat masa lampau. Dengan adanya penemuan situs itu pula menunjukkan adanya aktivitas peradaban budaya masyarakat pada zamannya. Untuk itu, Situs Candi Bojongmenje harus terus dilestarikan dan dirawat oleh generasi penerus bangsa sebagai bentuk menghormati peninggalan sejarah masa silam. Jangan sampai Situs Candi Bojongmenje tidak terawat.

Dwi Ratna Nurhajarini mengutarakan untuk melestarikan Situs Candi Bojongmenje itu harus terus sinergi dengan berbagai pihak yang tetap konsen terhadap pelestarian Situs Candi Bojongmenje yang menjadi kebanggaan Kabupaten Bandung. Sebenarnya tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Bandung, tetapi juga menjadi kebanggaan Jawa Barat.

Ditemukan Situs Cagar Budaya Candi Bojongmenje, Diperkirakan Lebih Tua Dari Candi Borobudur
Camat Rancaekek Ir. H. Diar Hadi Gusdinar, M.Si.,(ketiga dari kanan) bersama Kepala BPK Wilayah IX Jawa Barat, Dwi Ratna Nurhajarini, M.Hum,(kedua dari kanan), saat menghadiri milangkala Ke 21 Dharma Jati Situs Bojong Menje, di Kampung Bojong Menje RT 01 RW 02, Desa Cangkuang Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, pada Minggu lalu./indokliknews./bimantara.

“Usianya cukup tua Situs Candi Bojongmenje ini, diperkirakan abad kelima sampai abad ketujuh. Lebih tua dibandingkan Candi Borobudur,” katanya.

Untuk melaksanakan ekskavasi Situs Candi Bojongmenje ini memerlukan energi yang cukup. Jadi yang sudah tampak inilah, yang coba untuk sama-sama angkat dan coba narasikan.

Mungkin saja anak-anak yang ada di sekitar kawasan penemuan Situs Candi Bojongmenje belum pernah datang ke lokasi tersebut.

Kemudian yang lain ada tinggalan-tinggalan yang diwariskan berupa nilai-nilai budaya yang mengikuti ini. Mungkin tata pemerintahan, makanan, tradisi dan sebagainya itu juga perlu diinventarisir. Nah inilah peranan bersama dengan melibatkan para komunitas yang hadir pada pelaksanaan milangkala tersebut untuk sama-sama nanti mengidentifikasi kembali warisan budaya tak benda yang ada di sekitar Situs Candi Bojongmenje tersebut.

“Warisan budaya tak benda. Jadi ada bahasa naskah kuno, permainan adat istiadat, sistem pengetahuan kesenian, permainan, olahraga, teknologi tradisional. Jadi itu juga kekayaan budaya kita. Maka kalau kita pun sudah lupa itu, siapa lagi. Ketika kita kehilangan baru kemudian terasa,” tuturnya.

Satu langkah paling awal adalah kembali mendata, menginventarisir. Situs Candi Bojongmenje merupakan cagar budaya. Untuk pelestarian cagar budaya itu dengan cara sama-sama gotong royong yang menjadi ruhnya sejak zaman dulu kala untuk terus ditingkatkan. Dengan gotong royong dan duduk bersama akan menghasilkan sebuah solusi dalam pelestarian cagar budaya.

Ditemukan Situs Cagar Budaya Candi Bojongmenje, Diperkirakan Lebih Tua Dari Candi Borobudur
Kepala BPK Wilayah IX Jawa Barat, Dwi Ratna Nurhajarini, M.Hum,/bimantara.

Kolaborasi untuk kemajuan kebudayaan. Apa yang sudah direncanakan panitia milangkala ke-21 penemuan Candi Bojongmenje melalui sebuah petisi bersama atau komitmen bersama, untuk terus melestarikan Situs Candi Bojongmenje dari mulai perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan.

Dari petisi itu diharapkan ada tindaklanjutnya.
Meski dalam hal pemanfaatan masih jauh, seperti secara ringkas pemanfaatan situ candi ini adalah untuk identitas, untuk bisa dipakai penguatan karakter nilai-nilai budaya masyarakat masa silam.

Apalagi di Kabupaten Bandung sudah ada pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah, tinggal ditindaklanjuti dan didorong bareng-bareng bersama dinas terkait. Karena tidak hanya mengandalkan dinas terkait yang membidangi kebudayaan, sehingga harus ada rekan-rekan muda dengan energi dan ide ide kreatifnya. Jadi generasi muda Rancaekek untuk terus mengembangkan penemuan Situs Candi Bojongmenje itu.

Penemuan Situs Candi Bojongmenje ini juga kebanggaan Jawa Barat karena jarang ditemukan candi di Jawa Barat.

Salah satunya di Rancaekek ini, ditemukannya Situs Candi Bojongmenje. Maka sudah sepantasnya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat mendorong dengan segala potensi yang ada.

Tentunya dengan adanya rencana pemugaran, mohon dilakukan koordinasinya agar tidak salah langkah. Selain itu dalam pelaksananya sesuai dengan regulasi yang ada.

“Kami mendorong kajian ini supaya lebih kuat. Kajian tentang sejarah ini secara komprehensif tentang Candi Bojongmenje,” tuturnya.

Pada bulan merdeka ini adalah merdeka untuk perlindungan kebudayaan. Sehingga dalam perlindungan Situs Candi Bojongmenje itu perlu perlindungan dari para komunitas yang tetap konsen dalam peninggalan waris budaya orang-orang masa lampau.

Kepedulian komunitas itu menjadi modal yang sangat besar untuk pelestarian Situs Candi Bojongmenje.

Selain itu, perlu adanya sinergitas antara pemerintah daerah kabupaten dan kota maupun provinsi. Masyarakat yang ada di sekitar Situs Candi Bojongmenje untuk bergerak bersama, sehingga kemajuan kebudayaan khususnya di sekitar situs yang ditemukan 21 tahun yang lalu untuk terus ditindaklanjuti.

Camat Rancaekek Diar Hadi Gusdinar sempat hadir pada giat milangkala ke-21 tahun penemuan Situs Candi Bojongmenje tersebut. Melalui kegiatan yang langka dilaksanakan pasca penemuan situs tersebut, Camat Diar berharap ada yang perlu disepakati bersama. Di antaranya peran pemerintah untuk meningkatkan ODCB (Objek yang Diduga Cagar Budaya) untuk bisa ditingkatkan menjadi cagar budaya dari keberadaan Situs Candi Bojongmenje itu.

Untuk pengembangan dan pelestarian candi itu perlu ada perluasan lahan yang masih bermasalah dan perlu dibebaskan, dengan harapan lahan itu betul-betul menjadi milik Candi Bojongmenje.

Perlu adanya renovasi untuk menunjang keberadaan kelestarian Situs Candi Bojongmenje itu. Mulai dari perbaikan atau penataan pagar, penambahan saung.

Perlunya ada fasilitas perlindungan atau museum kecil agar batu-batuan Situs Candi Bojongmenje itu terlindung tidak ada perubahan. Kalau memang perlu dieksplor untuk terus diteliti dan dikembangkan, itu akan lebih baik oleh para peneliti.

Sementara itu, Peneliti Cagar Budaya DR. Lutfi Yondri mengungkapkan ada situs-situs yang cukup besar yang terkait dengan Kerajaan Kendan, dalam periodisasi masuk di era klasik. Contoh kasus, sudah ditemukan Situs Candi Bojongmenje di Rancaekek, dan Situs Candi Bojongemas di Solokanjeruk.

Terkait dengan masa lalu itu, belum banyak terungkap atau banyak yang hancur karena banyak berkembang industri. Contoh kasus di Situs Candi Bojongmenje, sudah terdesak dengan pembangunan pabrik dan segala macam.

Sejarah Kerajaan Kendan, yang sempat berkembang di Nagreg Kabupaten Bandung. Bahkan Lutfi menyebutkan perkembangan Kerajaan Kendan diperkirakan pada abah ke-7 dan ke-8, dan diperkirakan pula ada kaitan dengan perkembangan Situs Candi Bojongmenje di Rancaekek dan Situs Candi Bojongemas di Solokanjeruk Kabupaten Bandung.

Sementara itu, isi petisi yang disampaikan Aliansi Budayawan Jawa Barat diantaranya, pertama segera di sahkannya situs Bojongmenje sebagai situs cagar budaya Situs Candi Bojongmenje. Untuk sekedar informasi saat ini Candi Bojongmenje merupakan ODCB (objek diduga cagar budaya).

Ditemukan Situs Cagar Budaya Candi Bojongmenje, Diperkirakan Lebih Tua Dari Candi Borobudur
Dadang Hermawan Ketua Aliansi peduli budaya Sunda Jawa Barat./bimantara.

Kedua, pembebasan sengketa tanah areal situs Candi Bojongmenje.

Ketiga, diajukan sebagai prioritas utama dalam segi renovasi dan perbaikan area Candi Bojongmenje baik mengenal benda cagar budayanya maupun bangunan pendukung lainnya.

Keempat, poin petisi yang sudah disampaikan aliansi masyarakat Jawa Barat atas dasar sudah 21 tahun penemuan sampai sekarang situs Candi Bojongmenje tidak ada perubahan menuju lebih baik.(bimantara).


(Red**)

10 Comments

  1. I don’t even know how I finished up right here, but I thought this publish was once good. I do not recognise who you might be however certainly you are going to a well-known blogger when you are not already 😉 Cheers!

  2. Awesome blog! Is your theme custom made or did you download it from somewhere? A design like yours with a few simple adjustements would really make my blog stand out. Please let me know where you got your theme. Many thanks

  3. You made some first rate points there. I looked on the web for the problem and located most individuals will associate with together with your website.

  4. I do not even know how I stopped up here, however I believed this submit was great. I do not recognise who you’re but certainly you’re going to a famous blogger if you happen to aren’t already 😉 Cheers!

  5. An attention-grabbing dialogue is value comment. I think that it’s best to write extra on this topic, it may not be a taboo subject however generally people are not enough to speak on such topics. To the next. Cheers

  6. Do you have a spam problem on this blog; I also am a blogger, and I was curious about your situation; we have created some nice practices and we are looking to swap solutions with others, why not shoot me an e-mail if interested.

  7. Hi there! This post couldn’t be written any better! Reading through this post reminds me of my previous room mate! He always kept talking about this. I will forward this article to him. Pretty sure he will have a good read. Thank you for sharing!

Leave A Comment

All fields marked with an asterisk (*) are required

Skip to content