Search for:
BMKG Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan, Sumedang Kembali Terjadi Gempa Mag 2.8

BMKG Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan, Sumedang Kembali Terjadi Gempa Mag 2.8

KABUPATEN SUMEDANG || Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa dengan magnitudo 2.8 terjadi pada Rabu, 10 Januari 2024.

Gempa dengan magnitudo 2.8 tersebut terjadi pada pukul 20:17:26 WIB dengan koordinat 6.83 LS – 107.95 BT atau sekitar 4 km Timur Laut Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kedalaman 6 km.

Gempa tersebut, meskipun memiliki magnitudo yang kecil, tetap menarik perhatian BMKG untuk terus memantau aktivitas seismik di wilayah Sumedang dan sekitarnya. Koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah krusial dalam memberikan informasi dan edukasi terkait mitigasi bencana gempabumi kepada masyarakat.

Sebelumnya Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi. Beliau menekankan pentingnya partisipasi dalam simulasi gempa bumi yang diadakan secara rutin oleh pemerintah daerah. Simulasi ini bertujuan agar masyarakat memiliki pemahaman yang baik dalam menghadapi situasi darurat.

Pasca gempabumi merusak M4,8 di Sumedang, Jawa Barat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengambil langkah terukur. Utamanya, melakukan survei dan kajian mendalam di lokasi yang telah ditentukan untuk pengambilan data.

Plt. Deputi Bidang Geofisika Hanif Andi Nugraha menyebutkan fokus utama lokasi berada di Kecamatan Cimalaka, Sumedang Utara dan Selatan. Lokasi ini dipilih karena mengalami dampak signifikan terjadinya aktivitas gempabumi beberapa waktu lalu. Adapun tim yang turun meliputi Pusat Seismologi Teknik, Stasiun Geofisika Bandung, Stasiun Geofisika Tangerang, dan Balai Besar MKG Wilayah II.

Tim BMKG memulai survei dengan mendeteksi dan memahami perkembangan aktivitas gempa susulan yang terjadi. Seismisitas menjadi pusat perhatian utama karena memungkinkan identifikasi jalur sesar dan mekanisme sumber gempa. Melalui survei makroseismik, BMKG memetakan sebaran kondisi dampak kerusakan dan memverifikasi tingkat guncangan tanah di pelbagai lokasi terdampak.

BMKG Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan, Sumedang Kembali Terjadi Gempa Mag 2.8

Dalam rangka mendukung perencanaan wilayah yang lebih aman, BMKG melakukan survei mikrozonasi. Pemetaan sebaran dan intensitas tingkat guncangan tanah setempat menjadi landasan bagi penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah dan aturan bangunan tahan gempa.

Identifikasi perubahan permukaan tanah akibat gempabumi menjadi fokus selanjutnya dengan survei deformasi permukaan menjadi landasan penting. Langkah ini membantu dalam mengidentifikasi potensi risiko gempabumi di masa depan, memberikan pemahaman yang lebih luas terkait jalur sesar.

Selain itu, teknologi Drone Lidar menjadi salah satu upaya BMKG dalam pemetaan sebaran tingkat kerusakan dan kondisi morfotektonik. Dalam rancangan area terbangnya, drone Lidar melayang di atas area seluas 3.250 hektare selama lima hari untuk mengumpulkan data fotogrametri dan Digital Elevation Model (DEM).

Langkah terakhir melibatkan evaluasi morfotektonik dari hasil survei makroseismik, seismisitas, dan deformasi permukaan digabungkan. Proses ini memantapkan identifikasi dan validasi jalur sesar, memberikan pemahaman yang lebih holistik mengenai kejadian gempabumi tersebut.

Melalui langkah-langkah ini, BMKG tidak hanya memberikan pemahaman yang mendalam tentang dampak gempabumi, tetapi juga memberikan dasar yang kuat untuk upaya mitigasi bencana di masa depan. Kesigapan dan komitmen BMKG memberikan harapan bagi keberlanjutan dan keselamatan masyarakat Sumedang.

“Kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempabumi. Simulasi gempabumi rutin yang diadakan oleh pemerintah daerah perlu diikuti untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang baik dalam menghadapi situasi darurat,” kata Dwikorita dikutip dari website resmi BMKG.


**Situs Resmi BMKG

(Red**)

1 Comment

  1. Lorsque vous prenez des photos avec un téléphone mobile ou une tablette, vous devez activer la fonction de service de positionnement GPS de l’appareil, sinon le téléphone mobile ne peut pas être positionné.

Tuliskan Komentar Anda Tentang Informasi Ini