Search for:
Dengan Banyaknya Masyrakat Yang Ingin Bersekolah di NESTBAR & Tidak Tertampung, Ini Kata PPID-nya

Dengan Banyaknya Masyrakat Yang Ingin Bersekolah di NESTBAR & Tidak Tertampung, Ini Kata PPID-nya

SINARPOS.COM

Karawang – Berawal dari adanya aduan masyarakat yang merasa didiskriminasikan oleh pihak Sekolah, seorang warga yang tidak mau disebutkan identitasnya merasa kecewa atas sikap manajemen Sekolah SMAN 1 Telukjambe Barat yang tidak meloloskan putranya masuk ke satu – satunya SMA Negeri di Kecamatan Telukjambe Barat tersebut. Senin (1/7/2024) kemarin, melalui sambungan pesawat telpon.

Warga tersebut beranggapan dengan sistem Zonasi, pihak sekolah bisa menerima warga setempat dengan radius yang dekat walaupun berbeda desa (Desa Karangmulya) dengan Kampus NESTBAR (Desa Wanasari) masih satu Kecamatan (Telukjambe Barat), apalagi ditunjang dengan nilai yang diatas rata – rata.

“Ya disaat orang Wanasari yang nilainya jelek masih bisa masuk, tapi ini ada orang di luar Wanasari yang nilainya lebih tinggi kenapa tidak bisa masuk? Jika kuota masih ada, tolong lah jangan dipersulit,” Ungkap salah seorang warga desa tetangga dari Desa Wanasari.

Dengan adanya pengaduan tersebut, pihak SMAN 1 Telukjambe Barat “NESTBAR” Diwakili oleh Bu Yuli dan bu Tika sebagai PPID sekaligus panitia PPDB NESTBAR Karawang, jika apa yang disampaikan oleh pihak warga tidak sepenuhnya benar.

Karena, Bu Yuli melanjutkan penyampaiannya saat diwawancarai oleh awak media, sistem yang diberlakukan dalam PPDB saat ini masih sama sistemnya, hanya saja penempatan kriteria di tahap 1 dan tahap 2 nya yang berbeda (PPDB 2023).

“Untuk Zonasi tahun lalu ada di tahap 2, sementara sekarang ada di tahap 1, bagi CPD yg tidak lolos di tahap Zonasi maka dapat mengikuti tahap 2 melalui jalur prestasi/rapot atau kejuaraan yang dibuktikan dengan sertifikat/piagam penghargaan. Tidak menutup kemungkinan masyarakat belum memahami perubahan kriteria/jalur yang berubah.

Adapun porsi yang diberlakukan untuk Zonasi adalah 50% Untuk CPD yang berdomisili (dibuktikan dengan KK) di zona terdekat dengan sekolah, dan sisa prosentase lainnya dibagi-bagi, diantaranya ; KETM /KTEM ekstrim, Prestasi/rapot Anak guru/perpindahan tugas orang tua, disabilitas & lainnya, begitu ia lanjutkan paparannya mengenai PPDB 2024.

“Mungkin, disaat orang tua calon peserta didik ini mendaftarkan di tahap zonasi/wilayah terdekat sudah melebihi quota, sehingga untuk desa Karangmulya tidak terjaring dan mungkin domisili CPD melampaui titik koordinat,”Kembali dikatakan oleh Yuli.

Kemungkinan kedua, masih dikatakan oleh bu Yuli, orang tua atau calon siswa tadi, mungkin Orang tuanya tersebut menurut Yuli, tidak mendaftarkan kembali putranya di tahap 2 melalui jalur prestasi/rapot dan lainnya sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

(Taofik/Karawang)

Tuliskan Komentar Anda Tentang Informasi Ini