
Polda Bali terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan mental para personelnya. Pada Selasa, 20 Januari 2026, sebuah langkah besar diambil melalui kolaborasi strategis antara Kepolisian Daerah Bali dengan institusi pendidikan ternama di Pulau Dewata. Bertempat di Gedung Presisi Polda Bali, agenda utama yang menjadi sorotan adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta peningkatan kapasitas bagi para konselor kepolisian.
Langkah ini dipandang sebagai respons proaktif institusi Polri dalam menghadapi dinamika tugas lapangan yang kian kompleks, yang seringkali berdampak pada tekanan psikologis anggota. Dengan menggandeng akademisi dan praktisi profesional, Polda Bali berupaya menciptakan ekosistem kerja yang lebih sehat secara mental bagi seluruh Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP).
Acara yang dimulai pukul 08.00 WITA ini dihadiri oleh perwakilan personel Polda Bali dan perwakilan dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud). Penandatanganan kerja sama ini tidak hanya sekadar formalitas di atas kertas, namun merupakan fondasi bagi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Fokus utamanya adalah pemanfaatan keahlian akademis untuk meningkatkan kualitas layanan psikologi di lingkungan Polda Bali.
Selain penandatanganan PKS, momen ini juga menandai penyerahan Buku Pedoman Pencegahan Mengakhiri Hidup. Kehadiran buku pedoman ini menjadi instrumen penting bagi satuan fungsi psikologi untuk mendeteksi dini serta melakukan intervensi terhadap potensi krisis mental di kalangan personel maupun masyarakat luas. Keterlibatan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Bali dalam kegiatan ini semakin mempertegas validitas dan profesionalitas langkah yang diambil.
Agenda berlanjut dengan kegiatan Peningkatan Kemampuan (Katpuan) Konselor Psikologi bagi PNPP Polda Bali dan jajaran tahun anggaran 2026. Dalam sesi ini, para peserta dibekali dengan teknik-teknik mutakhir dalam menangani situasi darurat psikologis. Materi yang diberikan mencakup teknik dasar konseling hingga metode Psychological First Aid (PFA), sebuah pertolongan pertama pada psikologis yang sangat krusial dalam tugas operasional kepolisian.
Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi praktik terapi psikologi praktis. Keterampilan ini diharapkan dapat langsung diimplementasikan di unit kerja masing-masing, sehingga setiap kendala psikologis anggota dapat ditangani dengan cepat dan tepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
PS. Kabag Psikologi Ro SDM Polda Bali, AKBP I Nyoman Wibawa, M.Psi., Psikolog, menekankan bahwa sinergi ini adalah kebutuhan mendesak bagi organisasi. Menurutnya, kesehatan mental adalah pilar utama dalam mendukung produktivitas dan profesionalisme Polri dalam melayani masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan langkah nyata kami dalam memperkuat fondasi psikologis setiap anggota. Dengan adanya kerja sama bersama Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan dukungan dari HIMPSI Bali, kami ingin memastikan bahwa layanan psikologi di Polda Bali memiliki standar yang tinggi dan berbasis pada keilmuan yang akurat,” ujar AKBP I Nyoman Wibawa di sela-sela kegiatan.
Beliau juga menambahkan bahwa peningkatan kapasitas konselor ini adalah investasi jangka panjang bagi institusi. “Kami tidak ingin para konselor kita hanya sekadar tahu teori. Melalui Katpuan ini, mereka dibekali kemampuan praktis seperti PFA agar mampu memberikan bantuan pertama saat rekan sejawat menghadapi tekanan tugas. Tujuannya jelas, yakni meningkatkan kualitas layanan psikologi secara berkelanjutan di seluruh jajaran Polda Bali,” tegasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Polda Bali berharap terciptanya lingkungan kerja yang lebih empatik dan responsif terhadap isu kesehatan mental. Sinergi antara kepolisian dan akademisi diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam program pembinaan mental anggota Polri.
Keberhasilan acara yang berlangsung hingga selesai di Gedung Presisi ini mencerminkan bahwa Polri masa kini semakin terbuka terhadap kolaborasi lintas sektoral. Dengan pemahaman yang lebih dalam mengenai teknik konseling dan pencegahan krisis, personel Polda Bali diharapkan dapat menjalankan tugasnya secara prima demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Bali.





