Klarifikasi Insiden Akasia Denpasar Berlangsung Kondusif, Gus Kris Didampingi Kuasa Hukum

SINARPOS.com | DENPASAR || Perkembangan peristiwa di Jalan Akasia XVI B, Banjar Buaji Anyar, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, yang terjadi pada malam pergantian tahun, Rabu (31/12/2025), masih menjadi perhatian publik.

Insiden yang bermula dari keributan tersebut kini berkembang menjadi saling laporan antar pihak dan tengah ditangani aparat berwenang.

Dalam proses klarifikasi yang berlangsung di Polresta Denpasar, Gus Kris hadir memenuhi undangan penyidik. Kehadiran tersebut turut didampingi oleh tim kuasa hukum serta mendapat dukungan moral dari sejumlah simpatisan yang datang secara tertib.

Sekitar pukul 09.30 Wita, sejumlah warga terlihat mendatangi Mapolresta Denpasar melalui sisi timur gerbang utama dengan mengenakan pakaian adat madya. Kehadiran mereka berlangsung kondusif dan tidak mengganggu aktivitas pelayanan kepolisian.

Pihak Polresta Denpasar mengambil langkah pengamanan seperlunya guna memastikan suasana tetap tertib dan nyaman bagi semua pihak yang hadir. Situasi selama proses klarifikasi dilaporkan berjalan aman dan terkendali.

Kabag Ops Polresta Denpasar, Kompol I Nyoman Wiranata, menyampaikan bahwa kehadiran masyarakat tersebut bersifat spontan sebagai bentuk solidaritas.

“Pengamanan dilakukan semata untuk menjaga ketertiban. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif dan tidak ada hal menonjol,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa yang hadir sesuai agenda hanyalah pihak terkait dalam proses klarifikasi.

“Yang dijadwalkan hadir adalah kuasa hukum dan beberapa saksi. Kehadiran masyarakat murni memberikan dukungan moral,” jelasnya.

Kompol Wiranata juga menyampaikan bahwa Gus Kris hadir dalam kapasitas memberikan keterangan.

“Pemeriksaan masih dalam tahap klarifikasi. Beberapa orang dimintai keterangan dengan didampingi kuasa hukum,” tambahnya.

Gus Kris sendiri menegaskan bahwa dirinya diperiksa sebagai saksi dalam peristiwa keributan yang melibatkan anaknya, Gus S, dengan seorang pemuda berinisial KS.

“Saya hadir untuk memberikan penjelasan bahwa apa yang terjadi bermula dari upaya saya membela anak saya yang lebih dulu mengalami pemukulan, tendangan, bahkan ancaman menggunakan pisau,” jelas Gus Kris.

Ia mengungkapkan bahwa situasi tersebut memicu reaksi emosional sebagai orang tua.

“Siapa pun pasti tersulut emosi ketika melihat anaknya berlari ketakutan setelah diperlakukan kasar. Apa yang terjadi selanjutnya tidak berdiri sendiri, ada sebab yang mendahuluinya,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam peristiwa tersebut, seorang pemuda berinisial KBAPS (24) dilaporkan mengalami luka telah mendapatkan penanganan medis.

Perkara ini diketahui berkembang menjadi saling laporan, di mana masing-masing pihak menyampaikan versinya kepada aparat. Saat ini, seluruh keterangan masih dikumpulkan untuk memperoleh gambaran utuh dan berimbang atas peristiwa yang terjadi.

Polresta Denpasar menyatakan akan terus memfasilitasi proses klarifikasi secara terbuka dan proporsional, dengan mengedepankan ketenangan, keadilan, serta perlindungan hak semua pihak.


**Yanti SINARPOS.com | Bali

BERITA TERKAIT

BERITA KHUSUS (VIDEO STREAMING)

Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

GIIAS 2025

Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

Kantor Penasehat Hukum Hendri C Saragi, SH Desak Otopsi Jenazah Imam Komaini Sidik Oleh Tim Medis TNI: Mengungkap Tabir Kematian yang Penuh Tanda Tanya

Kantor Penasehat Hukum Hendri C Saragi, SH Desak Otopsi Jenazah Imam Komaini Sidik Oleh Tim Medis TNI: Mengungkap Tabir Kematian yang Penuh Tanda Tanya
error: Maaf.. Berita ini diprotek