Search for:
Awak Media Di Larang Meliput Tanpa Ijin Dinas Terkait : Ada Apa?

Awak Media Di Larang Meliput Tanpa Ijin Dinas Terkait : Ada Apa?

Jember, sinarpos.com – Anggaran renovasi alun-alun kota Jember, merupakan anggaran mega proyek, yang Anggaran tersebut cukup fantastis, hampir Rp28 Miliar, tepatnya Rp27.895,279,500. Sejatinya, program tersebut merupakan proyek yang tertunda di tahun 2023. Ketika itu, renovasi Alun-alun Jember dianggarkan Rp7,2 Miliar bahkan sudah ditender, namun akhirnya ditunda, entah kenapa. Kini justru muncul lagi dengan anggaran super jumbo.

Anggara itu sudah muncul di Aplikasi SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) Pemerintah Kabupaten Jember tahun 2024, dengan leading sector Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Dan Cipta Karya pimpinan Rahman Anda.

Yang menjadi polemik saat ini, tepatnya Hari Sabtu 22/06/2024.

Ada beberapa awak media yang ingin meliput kegiatan tersebut tetapi mendapat perlakuan yang tidak sepantas nya di terima oleh awak media sebagai kontrol publik sesuai dengan porsi nya memantau kinerja aparatur negara.

“Kenapa begitu bukanya pempublikasian harus transparan. Kami selaku awak media sangat tersinggung oleh pihak kontraktor yg tidak membolehkan kami meliput di area kawasan proyek pemkab tersebut, dan harus minta ijin ke Rahman Anda selaku Kepala Dinas terkait, kata inisial (H) yang merupakan salah satu orang yang mempunyai wewenang di lokasi proyek tersebut.

Di saat bersamaan, tanpa di sengaja tim awak media bertemu dengan salah satu aktifis putra daerah Jember, Jumadi Made selaku Ketua Relawan Jumadi Made (RJM).Kami pun sempat berbincang tentang apa yang baru saja di alami oleh salah satu teman sesama profesi (Pers).

Dan tanpa berpikir panjang, Cak Jum (sapaan akrab) mengklarifikasi atas perlakuan yang di terima oleh teman kita.

“Tolong dengan hormat kepada Bapak Bupati agar menegur kepala dinas cipta karya untuk perubahan pintu di arah lain karena berhubungan dengan keselamatan masyarakat jember yang tidak terjamin, dan yang sangat saya sesalkan lagi, barusan saja ada teman-teman awak media yang ingin meliput tapi tidak di perbolehkan sebelum mendapat ijin dari Kepala Dinas terkait.Yang saya tanyakan, ini adalah uang rakyat bukan uang nya Rahman.” ujar Cak Jum.

Di saat yang sama, tim pun sempat menampung aspirasi dari PKL dan Juru Parkir (Jukir) sekitar lokasi proyek.Banyak sekali keluhan dari masyarakat sekitar terkait… *(Bersambung….)

*Humas Jember*

Red_P*R_

Tuliskan Komentar Anda Tentang Informasi Ini