
Sinarpos.com
MEDAN – Terobosan besar kembali digulirkan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan dalam menjawab krisis kesiapan tenaga kerja muda. Melalui program Roadshow Go to Campus, Disnaker secara agresif memperkuat skema link and match dengan menggandeng Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) serta PT Tradepro Penasihat Berjangka.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius mencetak lulusan siap pakai, bukan sekadar pencari kerja.
Kegiatan yang digelar di Gedung Teater FISIP USU berlangsung penuh energi dan antusiasme. Ratusan mahasiswa memadati ruangan, menunjukkan tingginya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kompetensi dan sertifikasi di tengah persaingan kerja yang kian brutal. Program ini sekaligus menjadi jawaban konkret atas kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri yang selama ini menjadi sorotan nasional.
Plt. Kepala Disnaker Medan Ramaddan melalui Kabid Pelatihan dan Produktivitas, Mohammad Hadeli Sundhana, menegaskan bahwa era “ijazah cukup” telah berakhir. Ia menekankan bahwa dunia kerja saat ini menuntut skill set yang terukur, adaptif, dan tersertifikasi. Tanpa itu, lulusan berpotensi tersingkir di tengah derasnya arus kompetisi tenaga kerja.
“Mahasiswa tidak bisa lagi menunggu lulus baru siap kerja. Mereka harus ‘dipaksa siap’ sejak di bangku kuliah melalui pelatihan, sertifikasi, dan pengalaman langsung dengan industri,” tegasnya, menyoroti urgensi perubahan paradigma pendidikan.
Dekan FISIP USU, Hatta Ridho, menyebut kolaborasi ini sebagai implementasi konkret konsep Trihelix—sinergi akademisi, pemerintah, dan dunia usaha. Program ini dirancang berlapis, mulai dari sosialisasi, pelatihan intensif, hingga sertifikasi berbasis standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang menjadi game changer dalam meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja nasional.
Tak hanya teori, PT Tradepro menghadirkan pelatihan teknis perdagangan berjangka yang dikombinasikan dengan penguatan soft skill seperti komunikasi, analisis, dan pengambilan keputusan.
Disnaker Medan memastikan program ini akan diperluas ke berbagai kampus lain sebagai bagian dari strategi besar membangun ekosistem ketenagakerjaan yang agresif, adaptif, dan berdaya saing tinggi—menuju Medan sebagai pusat lahirnya talenta siap kerja di Indonesia.
(ard)





