
SINARPOS.com || SUNENEP, JATIM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep kembali menuai sorotan serius dari masyarakat.
Pasalnya, warga menemukan buah salak dalam kondisi diduga busuk di dalam paket makanan yang dibagikan.
Temuan tersebut sontak memicu kekhawatiran, mengingat program ini menyasar masyarakat, termasuk anak-anak, yang seharusnya mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi.
Dalam dokumentasi yang beredar, paket makanan MBG berisi nasi putih, lauk telur, tahu goreng, serta sayur berkuah. Namun, kondisi buah salak tampak menghitam dan dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.
“Kalau kualitasnya seperti ini, sangat berbahaya. Ini program untuk kesehatan, bukan sebaliknya,” tegas salah satu warga.
Program MBG di wilayah tersebut diketahui dikelola oleh Yayasan Alif Batuputih.
Namun, warga mulai mempertanyakan standar pengelolaan dan pengawasan kualitas makanan yang disajikan.
Warga juga mengungkapkan bahwa persoalan kualitas menu bukan kali pertama terjadi.
Keluhan serupa disebut telah berulang kali disampaikan, namun hingga kini belum terlihat adanya perbaikan signifikan dari pihak penyelenggara.
“Kami sudah sering mengeluh, tapi seperti tidak ada tindak lanjut.
Harusnya ada pengawasan ketat,” imbuh warga lainnya.
Kondisi ini memunculkan dugaan lemahnya kontrol dan pengawasan dalam pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Padahal, program ini menggunakan anggaran yang seharusnya menjamin kualitas dan kelayakan makanan bagi penerima manfaat.
Jika dibiarkan, masyarakat khawatir program yang bertujuan meningkatkan gizi justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk menindak tegas pihak penyedia makanan jika ditemukan adanya kelalaian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Yayasan Alif. Sebelumnya media telah menghubungi Kepala SPPG melalui Chatt dan telepon aplikasi WhatsAppnya tidak diterima dan tiada respon.
(Red/Tim)





