
SUKABUMI, 30-03-2026 – Semangat pengelolaan lingkungan berbasis komunitas kembali bergulir di Kelurahan Cisarua. Pada Senin (30/03), Yusmeli, Ketua Kampung KB Aman Kelurahan Cisarua melaksanakan kunjungan wilayah di RT 02/008 untuk melakukan sosialisasi sekaligus monitoring intensif terhadap penerapan model Bank Sampah Swa-Pilah.
Program inovatif yang diinisiasi oleh Perpustakaan Kelurahan Cisarua ini bukan sekadar sistem pembuangan sampah biasa, melainkan sebuah gerakan yang mengakar pada kearifan lokal warga setempat. Model Swa-Pilah hadir sebagai solusi praktis agar setiap rumah tangga mampu memilah sampah secara mandiri sejak dari dapur.
Kolaborasi Multi-Pihak (ABCGM+)
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan kuat jejaring ABCGM+. Kerja sama lintas sektor yang melibatkan Akademisi, pelaku Bisnis, Komunitas, unsur Pemerintahan, Media, hingga Publik Figur menjadi bahan bakar utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem lingkungan di Cisarua.
“Ini adalah kerja kolektif. Kami mengintegrasikan seluruh potensi yang ada agar pemilahan sampah di tingkat rumah tangga memberikan manfaat nyata, baik secara ekologis maupun ekonomis,” ujar Putri Wardhany, perwakilan pelaksana di lapangan.
Alur Pengelolaan yang Terintegrasi
Model Swa-Pilah Perpustakaan Kelurahan Cisarua menawarkan tata kelola yang rapi dan terukur:
- Sampah Organik: Didistribusikan langsung untuk mendukung operasional Peternak Budidaya Maggot, menciptakan siklus circular economy yang produktif.
- Sampah Anorganik: Sampah yang memiliki nilai ekonomis langsung dijemput oleh petugas TPS3R Cisarua untuk diolah lebih lanjut.
- Sampah Residu: Untuk sisa sampah yang tidak dapat diolah, koordinasi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat RT-RW, Kelurahan, hingga Kecamatan guna memastikan pengangkutan oleh tim Mosam Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi berjalan lancar.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen warga RT 02/008 dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan model Swa-Pilah, Kelurahan Cisarua optimis dapat menjadi pionir wilayah yang mandiri dalam pengelolaan sampah melalui kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan.
mulris bayani





