Bupati Garut Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekmat Pakenjeng Irpan Fitriana

SINARPOS.COM

GARUT, Pameungpeuk – Bupati Garut , Abdusy Syakur Amin, sampai duka mendalam atas wafatnya Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Pakenjeng, Irpan Fitrianan. Hal tersebut disampaikan oleh Syakur disela-sela Takziahnya ke rumah duka yang berlokasi di Kampung Salawi, Desa Jatimulya, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Sabtu (28/3/2026).

Kehadiran Bupati Garut ini merupakan bentuk penghormatan terakhir sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan. Selain itu ia menyampaikan rasa duka cita mendalam atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Garut.

Bupati Garut mengenang almarhum sebagai sosok aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki integritas tinggi. Meski mengaku baru mengenal almarhum, Bupati Garut meyakini bahwa Irpan Fitriana adalah orang baik yang telah memberikan pengabdian terbaiknya bagi masyarakat Garut.

“Sekarang sebelum meninggal beliau masih mempunyai jabatan sekmat Pakenjeng dan terpilih sebagai orang nanti yang akan dijadikan sebagai camat. Karena Garut itu perlu pemimpin-pemimpin yang hebat, perlu pemimpin-pemimpin yang berdedikasi. Beliau sudah terpilih, bahkan beliau sudah mengikuti pendidikan. Tapi apapun tentu saja Allah punya kehendak yang lain,” ucapnya.

Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan, khususnya istri dan putri-putri almarhum, diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Ia berharap amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan ditempatkan di tempat terbaik.

“Tentu saja harus diterima dengan penuh keikhlasan. Oleh sebab itu saya mendoakan supaya keluarga, istri, dan putri-putrinya supaya ikhlas sing sabar ini adalah kehendak Allah SWT dan pasti yang terbaik buat kita semua,” lanjutnya.

Mewakili pihak keluarga, Udin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bupati beserta jajaran di rumah duka.

Selain itu, pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan almarhum semasa hidup, baik dalam tutur kata maupun perbuatan. Permohonan maaf ini ditujukan secara khusus kepada rekan kerja di Kecamatan Pakenjeng, para Kepala Desa, serta seluruh masyarakat yang pernah berinteraksi dengan almarhum.
(*)

  • BERITA TERKAIT

    BERITA KHUSUS (VIDEO STREAMING)

    Kanwil Bea Cukai Bali, NTB, NTT Catat Kinerja Positif: Penerimaan Lampaui Target, Pengawasan Semakin Intensif Sepanjang 2025

    Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

    Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

    Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

    Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

    GIIAS 2025

    Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

    Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

    Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

    Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”
    error: Maaf.. Berita ini diprotek