
Pesisir Selatan, Sinarpos.com — Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H /2026 M, Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Ronaldi, S.IP dari Partai PDI Perjuangan (PDIP), menghadiri Upacara Adat Ptang Balimau Inderapura yang digelar di Masjid Agung Inderapura, Kecamatan Airpura, Selasa (17/22026).
Kehadiran Ronaldi pada kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan legislatif terhadap pelestarian adat dan budaya yang telah lama mengakar kuat di tengah masyarakat Inderapura dan sekitarnya.
Upacara adat Ptang Balimau merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Inderapura dalam menyambut datangnya bulan Ramadan, yang sarat dengan nilai religius dan kearifan lokal.
Tradisi ini dilaksanakan sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan penuh berkah, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Agung Inderapura dan dihadiri oleh tokoh adat, alim ulama, ninik mamak, pemuda, serta masyarakat dari berbagai nagari di Kecamatan Airpura.
Selain masyarakat setempat, sejumlah unsur Forkopimca dan perangkat pemerintahan nagari juga turut hadir dalam prosesi adat tersebut.

Ronaldi yang merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Pesisir Selatan 5, meliputi Kecamatan Pancung Soal, Airpura, Basa Ampek Balai Tapan, Ranah Ampek Hulu Tapan, Lunang, dan Silaut, menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi.
Ia menilai, pelestarian adat seperti Ptang Balimau menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas daerah di tengah arus modernisasi.
Menurutnya, DPRD sebagai lembaga legislatif memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk mendukung setiap kegiatan yang bernilai budaya dan religius.
Dukungan tersebut, kata Ronaldi, tidak hanya sebatas kehadiran dalam acara seremonial, tetapi juga melalui kebijakan yang berpihak pada pelestarian adat dan budaya lokal.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat Pesisir Selatan sejalan dengan semangat pembangunan karakter dan moral generasi muda.
“Tradisi seperti ini harus terus kita jaga bersama. Adat dan agama menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan berbudaya,” ujar Ronaldi.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pemangku adat perlu terus diperkuat.
Hal tersebut penting agar setiap kebijakan pembangunan tetap mempertimbangkan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ronaldi menilai, Kabupaten Pesisir Selatan memiliki kekayaan adat dan budaya yang luar biasa dan menjadi potensi besar dalam memperkuat jati diri daerah.
Ia mendorong agar generasi muda tidak melupakan akar budaya mereka, meskipun dihadapkan pada perkembangan teknologi dan globalisasi.
Dalam pandangan kedewanan, lanjutnya, pelestarian adat merupakan bagian dari investasi sosial jangka panjang.
DPRD, kata dia, siap mendukung program-program yang bertujuan menghidupkan kembali tradisi lokal melalui penganggaran dan regulasi yang relevan.
Ia berharap kegiatan seperti Ptang Balimau tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat luas.
Momentum menjelang Ramadan, menurut Ronaldi, menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan pentingnya menjaga harmoni antara adat dan syariat.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong masyarakat Inderapura.
Prosesi adat diisi dengan rangkaian doa bersama, petuah adat, serta simbolisasi penyucian diri sebelum memasuki bulan suci.
Masyarakat tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan hingga selesai.
Dengan kehadiran wakil rakyat dalam kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara lembaga legislatif dan masyarakat adat semakin erat.
Ronaldi menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan Pesisir Selatan 5, khususnya dalam hal pelestarian nilai adat dan budaya lokal.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat persatuan dan menjaga warisan budaya yang menjadi kebanggaan bersama.***





