
Banjar – Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, menghadiri panen perdana budidaya ikan nila dengan sistem bioflok yang dilaksanakan Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Arum Kujang di RT 03 RW 05, Dusun Sindangasih, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Minggu (15/02/2026).
Kegiatan panen ini menjadi tonggak awal pengembangan perikanan budidaya berbasis teknologi modern di Kota Banjar. Dari 4.200 ekor benih yang ditebar sekitar dua bulan lalu, kelompok berhasil memanen kurang lebih 420 kilogram ikan nila dengan penggunaan pakan sekitar 350 kilogram. Hasil tersebut dinilai cukup menggembirakan untuk tahap awal penerapan sistem bioflok.
Sebelumnya, pada akhir Desember 2025, Kelompok Mina Arum Kujang menerima bantuan satu paket sarana budidaya berupa enam kolam bioflok, satu unit genset, bangunan berbahan baja ringan, serta ribuan benih ikan nila. Bantuan tersebut diharapkan menjadi pemicu peningkatan produksi sekaligus percontohan pengembangan budidaya ikan berbasis teknologi di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Wali Kota Banjar, Sudarsono, menyampaikan bahwa sektor perikanan memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Berdasarkan data tahun 2025, produksi ikan di Kota Banjar mencapai 2.308,32 ton, sementara angka konsumsi ikan masyarakat (KIM) baru berada di angka 19,89 kilogram per kapita per tahun.
Total kebutuhan ikan di Kota Banjar mencapai sekitar 3.790 ton per tahun. Artinya, kita masih harus mendatangkan pasokan dari luar daerah rata-rata sekitar 2,3 ton per hari. Ini adalah peluang besar bagi para pembudidaya untuk meningkatkan produksi lokal dan memperkuat kemandirian pangan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa panen perdana ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata bahwa penerapan sistem bioflok mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi pakan, serta menekan biaya operasional. Dengan pengelolaan yang baik, sistem ini diyakini dapat meningkatkan pendapatan kelompok sekaligus membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Kujangsari, Mujahid, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan kelompok budidaya di wilayahnya. Ia menilai program ini menjadi langkah strategis dalam memberdayakan masyarakat desa.
Kami bangga atas capaian Kelompok Mina Arum Kujang. Ini membuktikan bahwa dengan kemauan, kerja sama, dan dukungan pemerintah, masyarakat desa mampu berinovasi dan menghasilkan produk yang berkualitas. Kami berharap budidaya ikan bioflok ini terus berkembang dan dapat melibatkan lebih banyak warga, khususnya generasi muda, agar sektor perikanan menjadi salah satu penopang ekonomi Desa Kujangsari,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa siap mendukung keberlanjutan program melalui pendampingan, penguatan kelembagaan kelompok, serta mendorong sinergi dengan berbagai pihak agar hasil produksi dapat terserap pasar secara optimal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Sementara DPRD Kota Banjar, Ketua TP PKK Kota Banjar, serta para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Banjar yang bersama-sama menyaksikan panen dan memberikan dukungan langsung kepada para pembudidaya.
Melalui penguatan teknologi budidaya dan dukungan berkelanjutan, Pemerintah Kota Banjar optimistis ketergantungan terhadap pasokan ikan dari luar daerah dapat ditekan secara bertahap, sekaligus mewujudkan kemandirian pangan berbasis potensi lokal. [ Redaksi ] .





