Desa Punggul Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah di Bali, Awak Media dan BAIS Dorong Replikasi ke Seluruh Desa

SINARPOS.com – Bali || Semangat Hari Valentine, Sabtu (14/02/2026), dimaknai berbeda oleh para awak media bersama Anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS). Bertempat di Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, mereka menyuarakan harapan besar: Bali bersih dari sampah melalui pengelolaan berbasis desa.

Ketua Yayasan Punggul Hijau, I Gusti Nyoman Jelantik, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu mahal jika dilakukan dengan komitmen, kesabaran, dan sistem yang tepat.

“Siapa bilang kelola sampah itu mahal? Kalau dikerjakan dengan sungguh-sungguh, sabar, niat baik dan ikhlas mengabdi, hasilnya luar biasa,” ujarnya.

Insan pers yang hadir mendorong agar seluruh desa di Provinsi Bali mencontoh pola penanganan sampah yang telah diterapkan di Desa Punggul.

Mereka menilai konsep ini mampu menjadi solusi konkret atas polemik sampah yang selama ini menjadi sorotan di Pulau Dewata.

Desa Punggul dikenal sukses menerapkan konsep “Sampah Desa, Tuntas di Desa.” Desa yang terdiri dari lima banjar tersebut mampu mengelola sampah plastik dan non-plastik hingga menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Menurut Ajik Jelantik, yang juga mantan karyawan Hotel Bali Beach, pengolahan sampah berbasis sumber mampu mengurangi secara signifikan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sampah plastik yang sebelumnya menjadi masalah kini diolah menjadi berbagai produk kerajinan seperti patung, lukisan, topeng, plakat wisuda, gantungan kunci, dan cendera mata lainnya. Bahkan, produk tersebut telah menerima pesanan dari kalangan kampus dan hotel.

Meski permintaan cukup tinggi, pihak yayasan membatasi produksi hanya dari sampah yang berasal dari Desa Punggul. Untuk sementara, mereka belum menerima pasokan dari luar desa karena keterbatasan pendanaan.

Penanganan sampah secara intensif di desa ini telah berjalan sejak tahun 2014. Salah satu kunci keberhasilannya adalah inovasi mesin ciptaan Ajik Jelantik bernama Mesin Reborn Drove. Mesin ini mampu memproses berbagai jenis plastik menjadi tepung, kemudian dicetak menjadi produk kerajinan bernilai jual.

Ia menjelaskan, mesin tersebut sangat tepat ditempatkan di sekolah, restoran, vila, maupun TPS 3R karena efektif dalam mengurangi sampah plastik. Bahkan, menurutnya, jenis plastik tertentu berwarna putih dapat diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) melalui proses khusus.

Selain pengolahan sampah rumah tangga, penanganan sampah di ruang publik seperti sungai dan ladang juga dilakukan dengan pemasangan jaring penahan sampah. Pengelolaan ini turut didukung pemanfaatan teknologi digital untuk memastikan hasil kerja lebih terukur dan maksimal.

Ajik Jelantik berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dapat memberikan perhatian terhadap model pengelolaan sampah Desa Punggul.

Ia menyatakan kesiapan Yayasan Punggul Hijau untuk berkontribusi lebih luas dalam mewujudkan Bali bersih dan mengubah sampah menjadi sumber ekonomi bernilai tinggi.

Dukungan awak media dan unsur BAIS terhadap tata kelola sampah Desa Punggul diharapkan menjadi momentum agar desa-desa lain di Bali dapat mereplikasi sistem serupa, sehingga persoalan sampah dapat dituntaskan dari sumbernya.


** Ani Yanti
SINARPOS.com Bali

BERITA TERKAIT

BERITA KHUSUS (VIDEO STREAMING)

Kanwil Bea Cukai Bali, NTB, NTT Catat Kinerja Positif: Penerimaan Lampaui Target, Pengawasan Semakin Intensif Sepanjang 2025

Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

GIIAS 2025

Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”
error: Maaf.. Berita ini diprotek