
Banjar,- Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-23 tahun 2026 Pemerintah Kota Banjar menggelar Parade Pentas Helaran Seni Unggulan dengan mengusung tema “Masagi Tumbuh Istimewa, Seni Panatri Jadi Diri, Budaya Panggugah Rasa,” Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Sport Center Langensari tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Parade secara resmi dibuka oleh Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono. Sejak pagi hari, area kegiatan telah dipadati warga yang ingin menyaksikan ragam pertunjukan seni dan budaya. Alunan musik tradisional, atraksi adat istiadat, hingga berbagai kreativitas komunitas lokal berpadu harmonis, menampilkan kekayaan budaya Kota Banjar sebagai gerbang timur Jawa Barat, Kamis (12/2/2026) .
Kemeriahan acara diawali dengan penampilan energik dari Komunitas Musik Pemuda Toska, yang membangkitkan semangat perayaan. Beragam helaran seni yang ditampilkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarat makna dalam merefleksikan jati diri masyarakat Kota Banjar yang berbudaya, religius, dan inovatif.
Parade Pentas Helaran Seni Unggulan Tahun 2026 diikuti oleh tujuh peserta, yakni Bank BJB, Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, Kecamatan Banjar, Kecamatan Purwaharja, Kecamatan Pataruman, Kecamatan Langensari, serta Forum Ngaji Budaya Kota Banjar. Setiap peserta menampilkan konsep dan ciri khas masing-masing yang mencerminkan kekayaan seni serta potensi lokal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Banjar, unsur Forkopimda Kota Banjar, Ketua TP PKK Kota Banjar, para camat dan kepala desa, serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Banjar Ir.H. Sudarsono menyampaikan bahwa parade helaran seni unggulan ini diharapkan mampu menjadi ikon budaya Kota Banjar sekaligus agenda tahunan yang dinanti masyarakat.
Parade ini bukan sekadar hiburan, tetapi wujud rasa syukur kita kepada Alloh SWT atas perjalanan 23 tahun Kota Banjar sejak resmi berdiri pada 21 Februari 2003. Melalui kegiatan ini, kita perkuat identitas daerah, kita tumbuhkan kreativitas, serta kita jaga warisan budaya agar tetap hidup dan berkembang,” ujar Sudarsono .
Ia menambahkan, semangat Masagi Tumbuh Istimewa harus dimaknai sebagai komitmen bersama untuk membangun kota yang berkarakter, maju, dan berdaya saing tanpa meninggalkan akar tradisi.
Saya berharap kegiatan ini mampu menumbuhkembangkan daya kreativitas masyarakat serta memperkaya khazanah seni helaran di Kota Banjar. Ke depan, kegiatan ini harus menjadi kebanggaan bersama dan menjadi daya tarik budaya yang mampu mengangkat citra Kota Banjar di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya .
Melalui parade ini, diharapkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal semakin tumbuh, menjadikan Kota Banjar sebagai kota yang kaya tradisi, inovatif, dan terus berkembang secara istimewa di usia yang ke-23 tahun.





