
Sinarpos.com -KARAWANG – Kebakaran instalasi Listrik yang menimpa RSUD Karawang membuat pelayanan kesehatan sedikit terganggu. Hal ini menjadi permasalahan serius yang perlu ditangani terlebih sentimen masyarakat terhadap pelayanan RSUD Karawang mendapatkan rapot merah.
Direktur Kajian Pusat Studi Ngawarak Luhur , Fajar Andriyansyah, S.IP mengatakan bahwa berdasarkan kajian pusat studi ngawarak luhur pelayanan publik di kepemimpinan Aep-Maslani mendapatkan respon positif dari masyarakat. ” kami mengakui dengan adanya Mall Pelayanan publik kepemimpinan Aep-Maslani dalam bidang pelayanan khususnya berkaitan dengan kependudkan dan perizinan sudah cukup bagus, ” katanya kepada awak Media.

Namun keberhasilan aep maslani membangun pelayanan publik diciderai dengan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh RSUD Karawang. ” keberhasilan Aep Maslani ini dalam membangun pelayanan publik sudah cukup baik, namun selalu tercederai dengan pelayanan yang dilakukan oleh rumah sakit daerah karawang terhadap masyrakat yang membutuhkan penanganan medis,” tambahnya.
Dalam survei online yang dilakukan oleh pusat studi ngawarak luhur pada tanggal 1-15 Januari 2026 yang lalu menunjukan tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Aep-Maslani cukup baik. ” untuk kepuasan publik tersendiri sekitar 75 persen publik menilai kinerja Aep-Maslani baik,”
Namun angka 75 persen tersebut tercederai Dalam bidang kesehatan khususnya dalam pelayanan rumah sakit umum daerah Kabupaten Karawang masyrakat memberikan penilaian rapor merah. sekitar 54 persen masyarakat tidak puas terhadap kinerja pelayanan RSUD. ” 54 persen masyrakat tidak puas dikarenakan pelayanan RSUD sangat bertele-tele bahkan banyak masyrakat yang tidak mendapatkan ruangan ketika mereka sakit dan di rujuk ke rsud,” jelasnya.
Terbaru kejadian kebakaran Instalasi listrik yang membuat pelayanan rumah sakit sedikit mengalami gangguan membuat Kinerja Aep-Maslani di bidang pelayanan sedikit tercoreng. ” kejadian di RSUD ini tentunya mencoreng nama baik Bupati yang baru saja mendapatkan pengghargaan dalam bidamg UHC,” jelasnya.
Pusat studi ngawarak luhur pun meminta Bupati Aep untuk mengevaluasi jajaran direksi Rumah sakit Umum Daerah Karawang. ” kami meminta jajaran direksi RSUD untuk diganti karena sudah beberapa kali mencoreng nama baik Bupati,” tegasnya.
(Iyut Ermawati)





