
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi Baru Sampeu di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat akibat terjadinya banjir lumpur yang mengarah ke area permukiman warga.
Peristiwa banjir lumpur tersebut dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek, terutama saat hujan turun, sehingga permukiman masyarakat terdampak secara langsung dan menimbulkan rasa tidak aman.
Kekhawatiran warga muncul karena kondisi lingkungan yang berubah sejak adanya pembangunan, di mana aliran lumpur mengancam rumah-rumah penduduk yang berada di sekitar area proyek Sekolah Rakyat tersebut.
Setiap kali hujan turun, masyarakat setempat merasa waswas dan khawatir akan keselamatan lingkungan tempat tinggal mereka, karena banjir lumpur terus berulang dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Warga menilai bahwa kondisi ini dapat membahayakan, mengingat wilayah permukiman berada dekat dengan area pembangunan dan berpotensi terdampak lebih besar apabila curah hujan meningkat.

Rasa takut masyarakat semakin besar karena mereka membandingkan situasi yang dialami dengan peristiwa longsor di wilayah Ciasarua, Kabupaten Bandung Barat, yang pernah terjadi dan menimbulkan dampak serius.
Menurut warga, kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan, karena banjir lumpur yang terjadi berulang kali saat hujan menimbulkan ancaman nyata terhadap keselamatan dan kenyamanan hidup masyarakat sekitar.
Masyarakat Desa Lebakmuncang berharap adanya perhatian dan penanganan yang serius terhadap kondisi ini agar kekhawatiran akibat banjir lumpur dan potensi longsor tidak terus membayangi kehidupan mereka.
Sodikin Sam





