DPRD Pessel Apresiasi Verifikasi Data Tambahan Korban Banjir dan Longsor di Bayang Utara

Pessel, Sinarpos.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pessel dalam melakukan verifikasi data tambahan korban banjir dan tanah longsor di Kampung Padang Pasir, Nagari Koto Ranah, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Pessel dari Fraksi Partai NasDem, Dani Sopian, pada Kamis (22/1/2025), terkait upaya yang dilakukan melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPrPA).

Menurut Dani Sopian, verifikasi data tambahan merupakan bagian penting dari upaya negara hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana alam.

Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan keadilan sosial bagi seluruh warga yang mengalami dampak langsung dari banjir dan tanah longsor.

Dani menjelaskan, verifikasi data tambahan dilakukan untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang kehilangan hak atas bantuan hanya karena keterbatasan data awal.

“Verifikasi ini sangat penting agar masyarakat yang benar-benar terdampak tetap tercatat dan mendapatkan haknya,” ujar Dani.

Ia menambahkan, pendataan yang akurat akan menjadi dasar utama dalam penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan berkeadilan.

Menurutnya, kesalahan atau kekurangan data dapat menimbulkan persoalan baru di kemudian hari, baik bagi masyarakat maupun pemerintah.

Dani menilai, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Bayang Utara telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa negara wajib hadir secara serius dan berkelanjutan dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Dani juga mengapresiasi langkah Dinsos PPrPA yang turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil masyarakat terdampak.

Menurutnya, kehadiran langsung tim verifikasi menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam bekerja secara nyata, bukan hanya berdasarkan laporan administratif.“Turun langsung ke lokasi adalah cara paling jujur untuk mengetahui kondisi warga,” katanya.

Ia menilai, pendekatan tersebut penting agar setiap kebijakan dan keputusan yang diambil benar-benar berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, Dani turut mengapresiasi keterlibatan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), perangkat nagari, serta unsur masyarakat dalam proses verifikasi data.

Ia menyebutkan, kolaborasi berbagai pihak tersebut mencerminkan semangat kerja bersama dalam penanganan bencana.

Menurut Dani, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan penanganan pascabencana.

Dani juga mengimbau masyarakat terdampak agar bersikap terbuka dan jujur dalam menyampaikan data selama proses verifikasi berlangsung.

Ia menekankan bahwa kejujuran masyarakat akan membantu pemerintah menyalurkan bantuan secara adil dan tepat sasaran.

“Kejujuran adalah fondasi keadilan, dan dari sanalah bantuan yang adil bisa terwujud,” tuturnya.

Selain kepada masyarakat, Dani juga mengingatkan pemerintah nagari agar terus aktif mendampingi warganya dalam proses pendataan.

Pendampingan tersebut, menurutnya, sangat penting terutama dalam melengkapi dokumen administrasi yang dibutuhkan.

Ia menjelaskan bahwa kelengkapan administrasi menjadi salah satu syarat utama dalam pengusulan bantuan ke pemerintah pusat.

Dani menegaskan, DPRD Pessel akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap seluruh tahapan verifikasi dan penyaluran bantuan.

Pengawasan tersebut dilakukan agar proses berjalan secara transparan dan akuntabel. “Kami di DPRD akan mengawal proses ini agar tidak terjadi penyimpangan,” tegas Dani.

Ia juga berharap pemerintah pusat dapat merespons dengan cepat hasil verifikasi data tambahan yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana bersifat mendesak dan membutuhkan penanganan segera.

Di akhir pernyataannya, Dani menyampaikan pesan moral kepada masyarakat agar tetap tabah dan saling menguatkan dalam menghadapi masa pemulihan.

“Bencana boleh merusak fisik, tetapi jangan sampai meruntuhkan semangat gotong royong. Dengan kebersamaan, masyarakat Bayang Utara pasti bisa bangkit kembali,” pungkasnya.***

BERITA TERKAIT

BERITA KHUSUS (VIDEO STREAMING)

Kanwil Bea Cukai Bali, NTB, NTT Catat Kinerja Positif: Penerimaan Lampaui Target, Pengawasan Semakin Intensif Sepanjang 2025

Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

GIIAS 2025

Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”