
SINARPOS.com Bogor, Jawa Barat | 21 noJanuari 2026 Kawasan Gunung Mas Agrowisata yang terletak di Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan sejak Desember 2025 hingga menjelang pergantian Tahun Baru. Destinasi wisata alam yang dikelola PTPN I Regional 2 ini menjadi pilihan masyarakat yang ingin menikmati libur akhir tahun di tengah suasana sejuk pegunungan.

Asisten Manager Legal Agrowisata Gunung Mas PTPN I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin, mengungkapkan bahwa tren kenaikan pengunjung sudah terlihat sejak awal Desember dan terus berlanjut hingga awal 2026.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap wisata berbasis alam dan keluarga menjadi faktor utama meningkatnya kunjungan

“Lonjakan pengunjung sudah mulai terlihat sejak awal Desember dan kami prediksi tetap stabil hingga awal tahun ini,” ujar Asep saat ditemui di kawasan Gunung Mas Agrowisata.
Gunung Mas Agrowisata menawarkan beragam wahana yang dapat dinikmati seluruh kalangan. Untuk wisata keluarga, tersedia wahana air seperti bumper boat dan kolam renang anak, yang menjadi favorit pengunjung.

Selain itu, wisata edukasi perkebunan teh juga diminati karena memberikan pengalaman rekreasi sekaligus pembelajaran tentang alam dan agribisnis.
Bagi pencinta aktivitas menantang, pengelola menyediakan wahana flying fox, Keranjang Sultan, serta kegiatan off-road menggunakan kendaraan HRV dan PNM Komodo. Aktivitas ini menyuguhkan sensasi petualangan dengan panorama alam Puncak yang memanjakan mata.
Sementara itu, aktivitas berkuda dan jalur trek jalan kaki di kebun teh menjadi pilihan wisatawan yang menginginkan suasana santai, termasuk bagi pengunjung lansia dan keluarga.
Selain wahana wisata, fasilitas penginapan di Gunung Mas Agrowisata juga menjadi daya tarik tersendiri. Beragam pilihan akomodasi disediakan dengan harga terjangkau, memungkinkan wisatawan menikmati udara sejuk Puncak dengan suhu berkisar antara 16 hingga 25 derajat Celsius.
Memasuki Januari 2026, popularitas Glamping Agrowisata Gunung Mas juga masih terjaga. Konsep glamping di tengah hamparan kebun teh menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang mencari liburan sekaligus healing bersama keluarga.
Pengelola menyebutkan bahwa tingginya minat wisatawan didukung oleh pengembangan wahana baru dan peningkatan fasilitas glamping.
Salah satu ikon terbaru adalah Tea Bridge (Jembatan Teh), jembatan yang membentang di tengah perkebunan teh dengan latar Gunung Pangrango. Spot ini menjadi magnet wisatawan dan kerap diabadikan untuk media sosial.
Selain Tea Bridge, wahana Rainbow Slide turut menarik perhatian pengunjung. Seluncuran warna-warni ini menghadirkan sensasi bermain yang aman dan menyenangkan bagi keluarga.
Kehadiran wahana ini melengkapi aktivitas unggulan lain seperti Fun Off-Road, ATV, kereta gantung, serta area camping di pinggir sungai yang dekat dengan berbagai fasilitas pendukung.
Asep menegaskan, ke depan Gunung Mas Agrowisata akan terus dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menjaga kelestarian alam, sekaligus menghadirkan inovasi agar Gunung Mas tetap menjadi destinasi wisata unggulan di kawasan Puncak,” tegasnya.
Dengan kombinasi keindahan alam, wahana lengkap, serta konsep wisata ramah keluarga, Gunung Mas Agrowisata dan Glamping Gunung Mas dipastikan tetap menjadi pilihan utama wisatawan lokal maupun luar daerah di awal tahun 2026.
**Sam Permana





