
SINARPOS.com | Humas DPRD Kota Bandung, 21 Januari 2026 – Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., mendesak Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung Kiwari untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Desakan tersebut disampaikan menyusul masih adanya keluhan warga Kota Bandung terkait pelayanan di RSUD Bandung Kiwari. Padahal, baik Dinas Kesehatan maupun RSUD Bandung Kiwari telah mendapatkan alokasi anggaran yang cukup besar dari pemerintah daerah.
“Anggaran Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun ini mencapai Rp1,56 triliun, sementara RSUD Bandung Kiwari mendapatkan sekitar Rp250 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa berjalan secara optimal dan prima,” ujar Kang Edwin Senjaya di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (21/1/2026).
Ia mengungkapkan, hingga saat ini DPRD Kota Bandung masih menemukan adanya masyarakat yang mengalami kendala dalam mendapatkan layanan kesehatan, khususnya di RSUD Bandung Kiwari. Bahkan, terdapat warga yang mengeluhkan sulitnya memperoleh kamar perawatan dan harus menunggu lama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat kurang sigapnya petugas.
“Kami meminta RSUD Bandung Kiwari memberikan pelayanan terbaik tanpa membeda-bedakan. Seluruh warga Kota Bandung, apa pun latar belakangnya, berhak memperoleh layanan kesehatan yang layak dan manusiawi,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Kang Edwin Senjaya menambahkan, RSUD Bandung Kiwari yang secara nomenklatur bermakna ‘kekinian’ seharusnya mampu menjadi rumah sakit yang responsif, adaptif, dan terdepan dalam mengantisipasi berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Ia berharap persoalan pelayanan kesehatan publik ini dapat segera dibenahi secara serius dan berkelanjutan oleh manajemen rumah sakit maupun Dinas Kesehatan Kota Bandung.
“Kita memiliki semangat yang sama untuk membenahi pelayanan kesehatan di Kota Bandung. Mudah-mudahan ke depan menjadi jauh lebih baik. Jika tidak, DPRD tidak akan ragu untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap rumah sakit tersebut,” pungkasnya.
**Humas DPRD Kota Bandung (Cipta)





