
Sinarpos.com
Medan – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa wajah kota sangat ditentukan oleh kualitas infrastruktur yang dilalui masyarakat setiap hari.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Kerja Tematik-II yang membahas penataan dan pengelolaan sistem jaringan jalan serta trotoar di Rumah Dinas Wali Kota Medan.
Rapat ini dihadiri Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman beserta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Fokus utama pertemuan adalah keterpaduan perencanaan infrastruktur agar selaras antara fungsi, ketahanan, dan keindahan kota.
Menurut Rico Waas, kesan pertama warga maupun pendatang terhadap sebuah kota sangat bergantung pada kondisi jalan, trotoar, dan vegetasi yang tertata rapi. Infrastruktur yang tidak seragam dinilai dapat menurunkan citra kota, meskipun niat pembangunan sudah baik.
Ia menyoroti masih banyaknya ruas jalan dan trotoar di Medan yang belum memiliki standar ukuran dan desain yang sama. Kondisi tersebut, menurutnya, harus segera dibenahi agar transformasi Medan menuju kota metropolitan berstandar estetika tinggi dapat terwujud.
Rico Waas meminta agar penataan dimulai dari kawasan inti kota secara terencana, kemudian dilanjutkan ke wilayah pinggiran. Standarisasi ukuran dan desain dinilai penting untuk menciptakan kesinambungan visual dan fungsi infrastruktur.
Dalam rapat itu, Rico Waas juga menyoroti persoalan trotoar yang kerap rusak akibat pertumbuhan akar pohon. Ia meminta agar solusi teknis terbaik segera dirumuskan agar infrastruktur yang dibangun memiliki usia pakai yang panjang.
Selain jalan dan trotoar, unsur vegetasi juga menjadi perhatian khusus. Rico Waas menegaskan bahwa keindahan kota tidak dapat dilepaskan dari perencanaan tanaman sejak awal pembangunan.
Dinas Lingkungan Hidup diminta untuk memastikan jenis tanaman yang digunakan memiliki ketahanan tinggi, mudah dirawat, namun tetap memberikan nilai estetika. Perencanaan vegetasi harus sejalan dengan konsep infrastruktur yang dibangun.
Rico Waas mengingatkan seluruh perangkat daerah agar bekerja secara terintegrasi. Ia tidak ingin proyek infrastruktur dikerjakan secara terpisah yang berujung pada pembongkaran berulang di lokasi yang sama.
Efektivitas dan efisiensi anggaran menjadi penekanan penting. Rico Waas menilai perencanaan yang matang dapat menghindarkan pemborosan serta meningkatkan kualitas hasil pembangunan.
Terkait kualitas pengerjaan, Rico Waas memberikan peringatan tegas kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menginstruksikan Inspektorat untuk melakukan pengawasan ketat terhadap vendor agar pekerjaan tidak dilakukan secara asal-asalan.
Dalam rapat tersebut, Dinas SDABMBK, Dinas Perhubungan, serta Dinas Lingkungan Hidup memaparkan rencana kerja yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pembenahan wajah Kota Medan.
(ard)





