DPC HNSI Medan Soroti Minimnya BBM Solar Bersubsidi Diduga Dikuasai Mafia Minyak

Sinarpos.com

Medan – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kota Medan menyoroti masih minimnya akses bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi bagi nelayan tradisional di kawasan pesisir Medan Utara.

Hingga saat ini, ratusan nelayan kecil disebut belum merasakan manfaat solar subsidi yang seharusnya menjadi hak mereka untuk menunjang aktivitas melaut.

Ketua DPC HNSI Kota Medan, Rahman Gafiqi SH, mengungkapkan kelangkaan solar bersubsidi telah berlangsung lama dan dipicu oleh maraknya praktik mafia BBM.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan dugaan keterlibatan oknum-oknum yang mengatasnamakan organisasi nelayan dan menjual solar subsidi kepada pihak tertentu. “Nelayan kecil terus menjadi korban karena solar subsidi justru tidak sampai ke tangan yang berhak,” tegas Rahman.

Menurut Rahman, fakta tersebut terungkap dalam forum diskusi yang digelar di Kampung Nelayan Seberang, Lingkungan 12, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan.

Dari diskusi tersebut diketahui, banyak nelayan terpaksa membeli solar dari pengecer dengan harga tinggi akibat sulitnya memperoleh BBM bersubsidi. Padahal, nelayan berskala kecil dengan kapal di bawah 6 GT seharusnya menjadi prioritas penerima subsidi.

Selain itu, terdapat pengakuan dari nelayan bernama Muslim yang mengaku pernah diminta menyerahkan dokumen identitas dan mengikuti proses pendataan oleh oknum pengurus organisasi nelayan.

Namun, setelah melalui proses tersebut, ia bersama nelayan lain hanya menerima sejumlah uang sebagai pengganti biaya transportasi dan tidak mendapatkan solar bersubsidi sebagaimana dijanjikan sebelumnya.

Atas permasalahan tersebut, DPC HNSI Kota Medan mendesak Pertamina Regional I, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara, serta aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan dan penindakan tegas terhadap dugaan penyelewengan BBM subsidi.

Rahman juga mendorong agar penyaluran solar bersubsidi dilakukan melalui skema khusus, seperti pendirian SPBN bagi nelayan kecil, guna memastikan distribusi BBM benar-benar tepat sasaran.

(ard)

  • BERITA TERKAIT

    BERITA KHUSUS (VIDEO STREAMING)

    Kanwil Bea Cukai Bali, NTB, NTT Catat Kinerja Positif: Penerimaan Lampaui Target, Pengawasan Semakin Intensif Sepanjang 2025

    Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

    Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

    Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

    Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

    GIIAS 2025

    Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

    Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

    Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

    Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”
    error: Maaf.. Berita ini diprotek