Tren Liburan 2026: Ngecamp dan Glamping Kian Diminati Wisatawan

Paciran , Kabupaten Bandung – Tren liburan masyarakat terus mengalami perubahan seiring meningkatnya kesadaran akan pengalaman wisata yang lebih bermakna. Memasuki tahun 2026, aktivitas ngecamp di camping ground maupun glamping (glamour camping) diprediksi semakin diminati dibandingkan menginap di hotel konvensional.
(8 januari 2026)


Salah satu faktor utama yang mendorong tren ini adalah pertimbangan biaya. Ngecamp atau glamping dinilai lebih ekonomis, terutama bagi wisatawan yang bepergian bersama keluarga besar atau rombongan, karena dapat menekan pengeluaran akomodasi tanpa mengurangi kualitas liburan.

Selain lebih hemat, pengalaman menyatu dengan alam menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan dapat menikmati udara segar, pemandangan alami, serta beragam aktivitas luar ruang seperti hiking, api unggun, hingga kegiatan edukatif bersama keluarga.

Khusus glamping, fasilitas yang ditawarkan kini semakin lengkap dan nyaman. Pengunjung tetap dapat merasakan sensasi berkemah dengan sentuhan kemewahan, seperti tenda luas, tempat tidur nyaman, listrik, hingga fasilitas sanitasi yang memadai.

Aspek kebebasan juga menjadi alasan penting. Berlibur dengan konsep camping memberikan ruang lebih luas bagi wisatawan untuk mengatur aktivitas sesuai keinginan, tanpa terikat aturan ketat sebagaimana yang umumnya berlaku di hotel.

Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin menghargai keseimbangan antara kenyamanan dan kedekatan dengan alam turut memperkuat tren ini. Liburan tidak lagi sekadar tempat menginap, melainkan tentang pengalaman dan cerita yang dibawa pulang.

Tren ngecamp dan glamping juga didorong oleh popularitasnya di kalangan anak muda dan keluarga muda. Media sosial berperan besar dalam memperkenalkan konsep liburan ini sebagai pilihan yang estetik, seru, dan relevan dengan gaya hidup masa kini.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, tidak mengherankan jika pada tahun 2026 banyak wisatawan lebih memilih camping ground atau glamping sebagai alternatif hotel. Tren ini diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi salah satu pilar utama industri pariwisata berbasis alam di Indonesia.**

Sam Permana

  • BERITA TERKAIT

    BERITA KHUSUS (VIDEO STREAMING)

    Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

    Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

    Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

    Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

    GIIAS 2025

    Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

    Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

    Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

    Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

    Kantor Penasehat Hukum Hendri C Saragi, SH Desak Otopsi Jenazah Imam Komaini Sidik Oleh Tim Medis TNI: Mengungkap Tabir Kematian yang Penuh Tanda Tanya

    Kantor Penasehat Hukum Hendri C Saragi, SH Desak Otopsi Jenazah Imam Komaini Sidik Oleh Tim Medis TNI: Mengungkap Tabir Kematian yang Penuh Tanda Tanya
    error: Maaf.. Berita ini diprotek