Kepala BPBD Kota Medan Akui Bukan Malaikat dan Pemuas Masyarakat Tanggapi Keluhan Korban Terdampak Banjir

Sinarpos.com

Medan – Jutaan warga Kota Medan terdampak banjir sejak Kamis 28 November 2025 lalu. Sebagaian besar mengaku belum menerima bantuan dan informasi tanggap bencana dari Pemko Medan.

Konyolnya, dimintai tanggapannya atas keluhan masyarakat yang menjadi narasumber media ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Yunita Sari malah mengatakan, dia bukan lah malaikat dan pemuas masyarakat serta kewalahan menghadapi bencana alam ini.

Ketika dimintai tanggapannya atas keluhan masyarakat yang menjadi narasumber media ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Yunita Sari mengatakan dia bukan lah malaikat dan pemuas masyarakat serta kewalahan menghadapi bencana alam ini.

“Ngapain coba, dengan masukkan grup apa. Aku pun kelaparan enggak makan. 28 jam belum tidur. Ini baru sampek rumah, baru sholat subuh. Jadi itu dia Masyarakat kadang-kadang, apa mau nya masyarakat, kami tu bukan pemuas masyarakat,” katanya menanggapi kekecewaan masyarakat atas nihilnya informasi tanggap bencana dan keluarnya pejabat ini dari Grup Whats App Silaturahmi Medan Marelan kepada awak media, Jumat (29/11/2025).

Sementara, grup Whats App dimaksud adalah sarana berbagi informasi dalam tragedy bencana banjir dan berharap informasi Langkah tanggap bencana yang terjadi di Utara Kota Medan ini.

Dia mengaku, sejak Rabu 27 November 2025 pukul 22.00 WIB telah berada di lokasi banjir di Kelurahan Terjun Medan Marelan. “Jam 10 malam (Pukul 22.00 WIB,red) aku sudah berada di kantor Lurah Terjun,” jelasnya.

Ditanya apakah statemen bukan malaikat dan bukan pemuas masyarakat bentuk keluhan, Yunita Sari membantah mengeluh. Dia juga mengaku, bencana banjir terjadi dimana mana. “Aku baru pulang, kami satu tim 60 orang, dari hari Rabu jam 10 malam (27 November 2025,red) ke Marelan,” katanya.

Yunita Sari lalu memaparkan kerja yang telah dilakukannya bersama tim BPBD Medan serta instansi lain.

(ard)

  • BERITA TERKAIT

    BERITA KHUSUS (VIDEO STREAMING)

    Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

    Kasus Penyerobotan Lahan 1.564 Hektare Mukhtar & Srimahyuni: Ratu Prabu 08 Surati Polres dan Kuasa Hukum Desak Polres Bertindak Tegas

    Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

    Exhumasi Imam Komaini Sidik: Bongkar Tabir Kebohongan Kasus Pembunuhan di Rimbo Bujang

    GIIAS 2025

    Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

    Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

    Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

    Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

    Kantor Penasehat Hukum Hendri C Saragi, SH Desak Otopsi Jenazah Imam Komaini Sidik Oleh Tim Medis TNI: Mengungkap Tabir Kematian yang Penuh Tanda Tanya

    Kantor Penasehat Hukum Hendri C Saragi, SH Desak Otopsi Jenazah Imam Komaini Sidik Oleh Tim Medis TNI: Mengungkap Tabir Kematian yang Penuh Tanda Tanya
    error: Maaf.. Berita ini diprotek