
SINARPOS.com Jakarta, 30 Agustus 2025 👉🏻 Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Forum Diskusi Kebangsaan interaktif bertajuk “Jakarta Menyala” digelar di Gedung Joang 45, Cikini, Jakarta Pusat. Acara ini menjadi ruang refleksi kebangsaan sekaligus momentum bela negara di tengah dinamika politik, hukum, dan sosial yang tengah bergolak.
Acara dibuka dengan penuh khidmat oleh Dr. Bernard B. Siagian, SH., MAP, yang memimpin parade pataka Merah Putih diiringi lantunan lagu Indonesia Raya. Ratusan aktivis, relawan, dan simpatisan hadir, termasuk perwakilan Relawan Rumah Besar Prabowo–Gibran 08, LBH Pers Prima Presisi Polri, DPP Gakorpan, dan PPWI.
Hadir pula sejumlah tokoh nasional sebagai pembicara utama, antara lain:
- Kristianto Manullang, S.H., M.H. (Pengacara muda & pemerhati kebijakan publik)
- Dr. Moses Robert Waimuri, S.H., M.Th. (Ketua Aliansi Papua Bersatu, NKRI Harga Mati)
- Bunda Tiur Simamora (Pejuang Keadilan 45, LMNRRRI, KPPPRI)
- Rusman Pinem, S.Sos. (Ketua Gerakan Solidaritas Nasional Suara Rakyat untuk Keadilan Indonesia)
Refleksi Tragedi Demonstrasi 28–29 Agustus 2025
Dalam forum tersebut, Kristianto Manullang menyinggung peristiwa memilukan yang terjadi sehari sebelumnya, yakni meninggalnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (20 tahun), warga Palmerah, Jakarta Barat. Affan tewas tragis setelah tertabrak dan terlindas kendaraan taktis Barakuda Brimob saat kerusuhan demonstrasi di kawasan Sudirman–Pejompongan, Jakarta Pusat.
Kerusuhan yang dipicu tragedi ini menimbulkan kerugian besar: penjarahan, perusakan fasilitas umum, kendaraan pribadi, serta 31 aparat penegak hukum menjadi korban luka, beberapa kritis hingga koma di ICCU.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs. Asep Edi Suherli, S.I.K., M.Si., bersama Kadiv Propam Polri Irjen Pol Drs. Abdul Karim, S.I.K., M.Si., telah menemui keluarga korban, menyampaikan permintaan maaf resmi, serta memastikan oknum Brimob yang lalai segera diproses hukum sesuai standar SOP.
Bahkan, Presiden RI Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto langsung melayat ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa, sekaligus memberikan santunan dan perhatian khusus bagi keluarga almarhum.
Evaluasi Nasional: Redam Gejolak, Fokus pada Rakyat
Forum kebangsaan ini menjadi ruang evaluasi besar-besaran terhadap stabilitas nasional. Para pembicara menegaskan pentingnya rakyat untuk tidak mudah terprovokasi oleh politik praktis, serta mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus tetap dijalankan secara damai dan konstitusional.
Kristianto Manullang menegaskan, “Fungsi kontrol sosial yang dijamin UU Pers No.14/1999 dan UU KIP tentang keterbukaan informasi publik harus dijalankan. Namun jangan sampai rakyat menjadi korban adu domba politik asing. Kita harus sabar, ikhtiar, dan tawakal sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo.”
Terobosan Pemerintah 8 Bulan Kepemimpinan Prabowo

Forum ini juga menyoroti capaian Presiden Prabowo dalam delapan bulan pemerintahannya sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Beberapa terobosan yang mendapat apresiasi antara lain:
- Efisiensi Anggaran Negara: pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan rapat yang tidak perlu, termasuk penghapusan bonus tantiem miliaran rupiah bagi direksi dan komisaris BUMN.
- Pendidikan Rakyat: Program ASTACITA – Sekolah Rakyat, dengan pembangunan 100 sekolah bagi masyarakat kurang mampu di berbagai daerah sebagai proyek percontohan.
- Ekonomi Kerakyatan: Program Koperasi Desa Merah Putih serta langkah penyelamatan perusahaan strategis nasional, termasuk PT Sritex, melalui Kementerian BUMN.
Pesan Kebangsaan: Satukan Barisan, Jangan Terpecah Belah
Momentum HUT ke-80 RI ini diakhiri dengan ajakan bersama untuk menjaga persatuan bangsa, menolak adu domba politik asing, dan kembali kepada empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Pesan reflektif disampaikan oleh Kristianto Manullang:
“Jangan pernah melupakan sejarah. Belajarlah dari Bung Karno yang menekankan JAS MERAH. Jangan ada lagi pejabat yang menyakiti hati rakyat dengan ucapan arogan. Ingat, kedaulatan sepenuhnya ada di tangan rakyat.”
Acara ditutup dengan semangat persatuan menuju Indonesia Emas 2045: bangsa besar, sejahtera, dan menjadi Macan Asia.
➡️ **Redaksi SINARPOS.com Jakarta : Tiur Simamora, Dr. Bernard Siagian, S.H., MAkp