Narkoba Meluas, Urgen Berantas Sampai Tuntas

Sinarpos.com

Sinarpos.com – Salah satu laman berita online melaporkan bahwa Direktorat Narkoba (Ditnarkoba) Polda Jawa Barat berhasil membongkar jaringan narkotika Internasional dari Myanmar, Thailand, dan Laos yang tergabung dalam Segitiga Emas (GoldenTriangle).

Sepanjang bulan Agustus 2025 kurang lebih 7 kilogram barang bukti narkoba jenis sabu berhasil disita. “Untuk sabu 9.825,26
gram, ekstasi 588 butir, kemudian ganja 4.167,33 gram, tembakau sintetis 5.645,32 gram, bibit tembakau sintesis 697,73 mililiter, kemudian OTK, obat keras tertentu 148.383 butir, kemudian psikotropika 1.915 butir. Barang bukti yang didapatkan mempunyai ciri khusus, seperti bungkusan teh China adalah ciri jaringan Golden Triangle. Menurut Direktur Ditnarkoba Polda Jawa Barat, Kombes Albert RD”

Persoalan narkoba sebenarnya bukan hal baru di negeri ini. Hanya saja, memang kasusnya makin meluas dengan terindikasi skala internasional, dan memunculkan berbagai persoalan di tengah-tengah masyarakat.

Maraknya narkoba di era modern ini seolah menjadi problem abadi. Karena memang ada rantai permintaan abadi. Yakni bisnis narkoba yang menghasilkan cuan terus eksis karena sistem nilai liberal sekuler yang mempromosikan nilai-nilai kebebasan akut di masyarakat seperti lingkaran setan yang tak berujung. Karena yang jadi ukuran hanya cuan dan cuan.

Selain itu, lemahnya pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam kaffah sehingga mudah menyerah pada keadaan, bahkan terjerumus dalam kemaksiatan, terlebih lagi tidak ada rasa bersalah dan kesadaran keislaman dalam dirinya bahwa mengonsumsi, mengedarkan bahkan memproduksi narkoba adalah perbuatan haram yang akan mendatangkan murka Allah SWT.

Hanya Islam yang memiliki aturan tegas mengenai narkoba beserta cara menaggulanginya tanpa harus khawatir muncul orang-orang baru yang akan terlibat dalam kemaksiatan itu. Islam juga dengan tegas menyatakan bahwa narkoba adalah haram. Begitu pula dengan harta hasil transaksi narkoba merupakan harta yang haram untuk dimiliki.

Kemudian, hakikat kehidupan manusia terkait dengan misi penciptaan sebagai khalifatullah fil-ardh yang suatu saat nanti pada kehidupan akhirat akan dimintai pertanggungjawaban sekaligus diberi balasan setimpal atas apa yang telah dilakukan. Pemikiran inilah yang akan mencegah seorang muslim melakukan pelanggaran terhadap syariat Islam termasuk narkoba.

Selanjutnya, sebuah ikhtiar untuk bisa bertahan hidup bisa ditempuh dengan individu yang bertaqwa. Masyarakat yang cinta beramar ma’ruf nahyi munkar dan tentu saja pemerintah yang menerapkan hukum yang solutif dan berkah yaitu hukum halal haram dari aturan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Dan yang tak kalah penting adalah negara, negara adalah pihak yang paling bertanggungjawab dalam persoalan masyarakat, hingga individu per individu.

Dalam Islam, negara sebagai raa-in, kepala negara harus melindungi rakyatnya dari segala mara bahaya. Ia bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya. Kelak ia akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat atas amanah kepemimpinannya itu. Rasulullah saw bersabda, “Al-imam adalah raa-in (penggembala) dan ia bertanggung jawab atas
rakyatnya.”
(HR. Bukhari)

Oleh : Laela Faridah S.Kom.I

BERITA TERKAIT

BERITA KHUSUS (VIDEO STREAMING)

GIIAS 2025

Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

Belasan Media Nasional Kawal Kasus Kematian Imam Komaini Sidik: Dugaan Pembunuhan Terencana, Hanya Satu Tersangka Ditahan?

Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

Keluarga Korban Pembunuhan Imam Komaini Sidik Desak Pengungkapan Komplotan Pelaku: “Kami Percaya Ini Bukan Ulah Satu Orang”

Kantor Penasehat Hukum Hendri C Saragi, SH Desak Otopsi Jenazah Imam Komaini Sidik Oleh Tim Medis TNI: Mengungkap Tabir Kematian yang Penuh Tanda Tanya

Kantor Penasehat Hukum Hendri C Saragi, SH Desak Otopsi Jenazah Imam Komaini Sidik Oleh Tim Medis TNI: Mengungkap Tabir Kematian yang Penuh Tanda Tanya

Tragedi Pembunuhan Menyimpan Tanda Tanya, Ada Apa di Balik Peritiwa ini ?

Tragedi Pembunuhan Menyimpan Tanda Tanya, Ada Apa di Balik Peritiwa ini ?

Jalan Rusak di Daerah Pesantren Kelapa Sawit: Suara Warga yang Tak Kunjung Didengar

Jalan Rusak di Daerah Pesantren Kelapa Sawit: Suara Warga yang Tak Kunjung Didengar