
Sinarpos.com – Fakta kelam dan mengerikan terungkap di Cianjur, Jawa Barat. Seorang gadis remaja berusia 16 tahun, harus menanggung trauma mendalam setelah menjadi korban kebiadaban 12 orang pria.
Kasus ini bermula dari laporan keluarga korban, seorang gadis berusia 16 tahun, yang diperkosa bergiliran oleh 12 orang di lima lokasi berbeda selama lima hari, sejak 19 hingga 23 Juni 2025.
Selanjutnya, diketahui bahwa polisi sudah menangkap 10 pelaku pemerkosaan terhadap korban, sedangkan dua pelaku lainnya masih diburu. Salah satu pelaku yang berhasil di tangkap oleh polisi adalah seorang remaja putus sekolah berinisial R (17) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, karena diduga menjadi otak pemerkosaan massal terhadap seorang gadis di bawah umur. Remaja tersebut sempat buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO), sebelum akhirnya diamankan di rumahnya di Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi.
Sudah saatnya kita mengakui bahwa ada masalah serius yang menjangkiti mental masyarakat kita, lebih khususnya para pemuda. Merebaknya kekerasan seksual yang melanda kaum pemuda, serta didukung oleh industri hiburan dan media telah secara masif terus merasuki generasi muda.
Generasi hari ini sedang dibombardir oleh konten-konten negatif yang merusak pemikiran dan perilaku mereka hingga mereka terjauhkan dari adab dan aturan agamnya. Konten kekerasan, pornografi pornoaksi, ide-ide sekuler liberal dengan mudah diakses seolah tanpa batas. Dampak negatifnya sangat nyata. Sungguh sangat memprihatinkan.
Bagaimana nasib bangsa ini jika generasi muda hari ini makin akrab dengan kekerasan seksual ?
Merebaknya kekerasan seksual yang menimpa generasi muda muslim ini terjadi karena umat Islam saat ini berada dalam cengkeraman sistem sekuler-kapitalisme. Akibatnya, kaum muslim kehilangan gambaran yang nyata tentang kehidupan Islam yang sesungguhnya. Selanjutnya posisi Islam yang seharusnya dijadikan landasan dalam berpikir dan berperilaku digantikan oleh pemikiran sekuler-kapitalisme. Ketidakhadiran agama dalam kehidupan serta kentalnya paham sekuler menjadikan masyarakat seperti ini sebagai habitat yang
cocok bagi tumbuh suburnya berbagai kemaksiatan.
Sebenarnya Islam telah memberikan jawaban secara tuntas terhadap permasalahan apapun. Termasuk keterpurukan
generasi muda hari ini. Kita tinggal mengikuti apa yang telah diwahyukan oleh Allah SWT, Al-Khaaliq al-Mudabbir, dan meneladani utusan-Nya Muhammad saw.
Syariah Islam turun untuk mengatur manusia sesuai dengan misi penciptaannya yang mampu menjadi solusi seluruh permasalahan. Ia bersifat universal, lengkap dan terpadu. Jika syariah Islam diterapkan secara kaffah maka menjadikan generasi muda sebagai benteng perubahan sekaligus benteng peradaban serta akan meraih kebahagiaan hakiki didunia dan di akhirat.
Syariah Islam berfungsi menjaga hal-hal mendasar dan urgen bagi manusia seperti menjaga jiwa, keturunan, akal, kehormatan, agama, harta, keamanan dan negara. Sebagai contoh, Islam mengharamkan narkoba, kekerasan dan perzinahan sekaligus menetapkan sanksi tegas, adil dan konsisten bagi pelakunya sebagai jaminan tegaknya hukum.
Selanjutnya yang tak kalah penting adalah peran negara, negara menjadi penanggung jawab utama penerapan seluruh Syariah Islam. Dengan demikian seluruh rakyatnya, termasuk generasi mudanya, benar-benar terjaga.
Ini karena negara memfungsikan dirinya sebagai pengurus dan penjaga umat. Mereka harus memastikan tidak ada satu perkara pun yang akan membahayakan akal, fisik dan mental rakyatnya. Bahwa urusan akhirat rakyatnya juga menjadi perhatian negara. Sebagaimana sabda Rasulullah saw : “Imam adalah pengurus rakyat dan dia bertanggungjawab atas rakyat yang dia urus”. (HR.al-Bukhari)
Oleh : Laela Faridah S.Kom.I